<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507</id><updated>2012-02-16T05:41:23.250-08:00</updated><title type='text'>Selamat datang di blognya  Rismayadi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-2324694045143666546</id><published>2010-10-08T08:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T08:07:23.122-07:00</updated><title type='text'>Mengukur Kebugaran Dari Denyut Jantung</title><content type='html'>Jantung merupakan salah satu organ tubuh kita yang “tidak bisa” kita kendalikan, berdetak sejak sebelum kita lahir. Seringkali merupakan cerminan suasana hati, lebih cepat saat cemas, atau saat sangat bahagia. Pada dunia kedokteran, irama dan denyutnya menjadi sarana mengenali masalah kesehatan, misalnya gangguan pada jantung sendiri, demam. Di&lt;br /&gt;China, denyut nadi merupakan sarana diagnosa penyakit, dan terapinya sekaligus, sejak ribuan tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut jantung juga merupakan gambaran kebugaran kita. Saat kita bergerak, otot yang bekerja memerlukan pasokan oksigen untuk mengolah energi yang didapat dari makanan. Udara yang dihirup oleh paru, dihantarkan darah menuju jantung, kemudian oleh jantung dipompakan keseluruh tubuh, terutama pada otot yang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otot, terutama anggota gerak tubuh, bisa kita kendalikan. Makin banyak otot yang bekerja, makin banyak kebutuhan oksigen, makin besar kekerapan denyut jantung kita perlukan. Jadi, secara tak langsung kita dapat mengendalikan denyut jantung. Sisi baiknya, selain dipergunakan untuk petanda kebugaran, denyut nadi bisa menjadi panduan dosis olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menghitung denyut jantung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu stetoskop untuk mengukur denyut jantung, cukup kita hitung denyut nadi pada pergelangan tangan atau arteri di leher, menggunakan jari tangan, dibantu detikan pada arloji kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghitung nadi pergelangan tangan dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah pada sisi luar tangan, arah terletak ibu jari. Cari urat pergelangan tangan, kemudian geser sedikit ke arah luar (seperti foto ilustrasi). Tekan ringan, karena bila terlalu kuat akan menghentikan aliran darah, sehingga denyut tak teraba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut nadi memang bisa dihitung dalam hitungan detik, biasanya 10 detik, kemudian dikalikan enam untuk mendapatkan nilai semenit; atau 15 detik, untuk mendapatkan nilai semenit kalikan empat. Namun, nadi istirahat sebaiknya dihitung satu menit penuh. Menghitung nadi latihan berbeda dengan nadi istirahat, 10 detik sudah cukup, kalikan enam untuk mendapat nilai satu menit. Bila aktivitas yang dilakukan pada keadaan tidak bergerak, misalnya pada sepeda statis, nadi dihitung tanpa menghentikan kayuhan. Namun, bila berjalan atau jogging, berhenti dulu, jalan di tempat, dan segera hitung nadi. Karena bila ditunda, nadi akan menurun dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arteri atau pembuluh darah karotis merupakan pembuluh darah besar ,mudah ditemukan, tepat pada sisi kanan-kiri batang tenggorok/ jakun. Jangan menekan terlalu kuat dan hanya pada satu arteri, karotis, karena bila ditekan terlalu kuat, denyut jantung dapat menurun dengan cepat dan membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kali permenit denyut nadi kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut nadi bukanlah suatu nilai yang terpatok, ukurannya merupakan range, terendah saat istirahat, tertinggi saat kita bekerja paling keras. Nadi terendah merupakan denyut nadi saat bangun tidur, belum melakukan aktivitas. Denyut nadi tertinggi diperoleh dengan jentera lari atau sepeda dengan pengawasan dokter. Namun, kita bisa memperoleh denyut nadi maksimal prediksi, yaitu dengan menggunakan perhitungan: 220 - umur. Nilai prediksi ini merupakan rujukan untuk 100%. Untuk seseorang berusia 40 tahun, maka nilai prediksi maksimalnya: 220 - 40= 180 kali per menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa prediksi denyut nadi maksimal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai dipergunakan untuk membuat zona latihan, yang kemudian dibagi dalam zona: Denyut nadi maksimal Zona latihan 50 - 60 % aktivitas, sedang 60 - 70 % zona untuk mengatur berat badan, 70-80% wilayah aerobik, 80 - 100% zona kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menggunakan Target Heart Rate Zones untuk latihan berolahraga pada nadi sesuai zona agar membantu Anda mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran spesifik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki kesehatan secara keseluruhan. The American College of Sports Medicine dan the Centers for Disease Control and Prevention telah merekomendasikan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas moderat selama 30 menit atau lebih sebanyak minimal 3 kali seminggu dapat memperbaiki kesehatan secara keseluruhan. Aktivitas moderat terletak pada zona 50-60% nadi maksimal. Mereka yang baru saja memulai program olahraga harus berolahraga pada zona ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurunkan berat badan atau mempertahankan penampilan fisik yang bugar Zona kedua, dengan 60-70% frekuensi nadi maksimal sering disebut sebagai zona pembakar lemak karena intensitasnya cukup moderat untuk memungkinkan tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama dalam berolahraga. Untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan penampilan fisik yang bugar, berkonsentrasilah untuk mempertahankan frekuensi nadi pada zona ini selama 20-30 menit perhari, 3-5 kali per minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun ketahanan aerobik dan memperbaiki kebugaran kardiovaskular. Latihan aerobik pada Zona ke-3 dengan 70-80% frekuensi nadi maksimal dikenal sebagai zona olahraga aerobik membantu membangun ketahanan aerobik dan memperbaiki kebugaran kardiovaskular. Selain itu, zona ini menjadi dasar untuk berbagai latihan yang bersifat kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan performa puncak untuk olahraga bersepeda kompetitif. Zona 80-100% nadi maksimal, latihan untuk meningkatkan kecepatan dan mempersiapkan menghadapi kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen stress. Mengingat bahwa stress juga mempengaruhi frekuensi nadi, maka frekuensi nadi menjadi umpan balik berharga bagi kesejahteraan mental Anda. Dengan memonitor frekuensi nadi, dapat kenali situasi-situasi dimana terjadi stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut jantung atau nadi merupakan ukuran intensitas, terdapat tiga hal lagi yang harus diperhatikan yaitu: frekuensi (kekerapan dalam satu minggu; durasi (lamanya dalam tiap sesi); dan jenis aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang sesuai dan mampu laksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling utama adalah pilih aktivitas yang dapat dinikmati. Mulai dengan intensitas paling rendah untuk beberapa bulan awal. Lebih baik melakukan aktivitas 30 - 60 menit pada zona yang paling rendah. Lupakan no pain, no gain. Olahraga tetap harus aman. Berjalan yang baik bila kecepatan mampu dipertahankan konstan setidaknya 30 menit. Intensitas berjalan dikatakan sesuai bila selama berjalan, masih bisa berbicara dengan baik, lancar, tidak terputus-putus. Setelah latihan, kelelahan diharapkan hilang setelah 2 jam kemudian. Bila lelah menetap melebihi 2 jam , artinya intensitas latihan terlalu besar. Frekuensi 3 kali perminggu dikatakan sama baiknya dengan lima kali per minggu, dengan catatan jeda antara 2 latihan tidak melebihi 2 hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-2324694045143666546?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/2324694045143666546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/10/mengukur-kebugaran-dari-denyut-jantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/2324694045143666546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/2324694045143666546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/10/mengukur-kebugaran-dari-denyut-jantung.html' title='Mengukur Kebugaran Dari Denyut Jantung'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-5094620370003598054</id><published>2010-10-05T05:14:00.000-07:00</published><updated>2010-10-05T05:30:14.725-07:00</updated><title type='text'>Lari Jarak Menengah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TKsYmFWbitI/AAAAAAAAADU/wPzHqMDmQLg/s1600/atletikbrazil-590x394.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TKsYmFWbitI/AAAAAAAAADU/wPzHqMDmQLg/s320/atletikbrazil-590x394.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524536410450397906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gerak lari jarak menengah (800 m- 1500 m) dan sedikit berbeda dengan gerakan lari jarak pendek .terletak pada cara kaki menapak. Lari jarak menengah, kaki menapak ball hell-ball, ialah menapakkan pada ujung kaki tumit dan menolak dengan ujung kaki. Star dikakukan dengan cara berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan pada lari jarak menengah:&lt;br /&gt;&gt;&gt;badan harus selalu rilaks atau santai.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Lengan diayun dan tidak terlalu tinggi seperti pada lari jarak pendek&lt;br /&gt;&gt;&gt;Badan condong ke depan kia-kira 15º dari garis vertical.&lt;br /&gt;&gt;&gt;Panjang langkah tetap dan lebar tekanan pada ayunan paha ke depan, panjang langkah harus sesuai dengan panjang tungkai. Angkat lutut cukup tinggi (tidak setinggi lari jarak pendek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan terhadap kecepatan lari (pace) dan kondisi fisik serta daya tahan tubuh yang baik.&lt;br /&gt;Dalam lari jarak menengah gerakan lari harus dilakukan dengan sewajarnya, kaki diayunkan ke depan seenaknya, panjang langkah tidak terlalu dipaksakan kecuali menjelang masuk garis finish.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-5094620370003598054?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/5094620370003598054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/10/lari-jarak-menengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/5094620370003598054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/5094620370003598054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/10/lari-jarak-menengah.html' title='Lari Jarak Menengah'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TKsYmFWbitI/AAAAAAAAADU/wPzHqMDmQLg/s72-c/atletikbrazil-590x394.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-6137483372845323441</id><published>2010-10-02T01:22:00.000-07:00</published><updated>2010-10-02T03:06:40.234-07:00</updated><title type='text'>Senam Aerobik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TKcDiV7dQMI/AAAAAAAAADM/rwNwEzX6kl4/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TKcDiV7dQMI/AAAAAAAAADM/rwNwEzX6kl4/s400/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523387356530163906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TKcDicKd5oI/AAAAAAAAADE/ESI8R1e5KY0/s1600/aerobic31.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TKcDicKd5oI/AAAAAAAAADE/ESI8R1e5KY0/s400/aerobic31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523387358203733634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, kaum pria menganggap senam aerobik adalah olahraga untuk wanita saja dan menganggapnya kurang bermanfaat. Padahal tidak demikian halnya. Senam bermanfaat bagi siapa saja, pria maupun wanita baik tua maupun muda. Tetapi kini, baik pria maupun wanita, bersamasama melakukan senam aerobik demi kebugaran dan kegembiraannya. Senam aerobik telah menjadi sangat populer di Indonesia. Senam tersebut diiringi dengan musik kesenangannya dan irama musik menjadi panduan dari gerakan yang dilakukan. Mereka yang dahulu mengira senam aerobik merupakan olahraga ringan, setelah melakukannya sendiri merasa bahwa rnemang aerobik keras intensitasnya sehingga mereka menghargai seperti olahraga lain yang juga cukup keras intensitasnya. Oleh karena itu, ada berbagai dan beragam jenis senam, sehingga semua orang bisa memilih mana yang cocok untuk mereka. Apapun jenis latihan senam yang kita pilih, semuanya bermanfaat bagi tubuh yaitu untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. Syaratnya, latihan tersebut dilakukan dengan teratur, baik, dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senam Low Impact&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Low Impact hampir sama dengan Senam Aerobic dalam variasi gerakannya. Hanya saja, dilakukan dengan irama low (rendah) yaitu lebih lambat. Dengan gerakan-gerakan dasar jalan, tidak ada loncatan sama sekali. Manfaat senam ini sama dengan Aerobic, yaitu untuk menjaga kesehatan jantung dan stamina tubuh. Karena sifatnya low, maka senam ini boleh dilakukan siapa saja yang masih mampu untuk melakukannya. rangtua maupun muda boleh melakukannya, karena variasi-variasi gerakannya sederhana dan mudah diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Body Language&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senam Body Language merupakan istilah dan tren baru dalam dunia persenaman. Senam ini muncul sekitar 3-4 tahun lalu. Jika diperhatian dengan seksama maka Body Language ini, bukanlah gerakan-gerakan senam yang baru. Body Language merupakan gabungan dari beberapa jenis senam yang sudah ada, antara lain senam pembentukan, senam nifas, dasar jazz, dan ballet. Body Language itu mengutamakan gerakan-gerakan untuk kelenturan dan pembentukan otot tubuh. Bila senam ini dilakukan dengan benar dan tepat, dapat menghasilkan bentuk tubuh yang indah dengan kelenturan yang baik, di samping untuk menjaga stamina. Body Language mengajarkan juga cara pernapasan baik yaitu mengombinasikan gerakan-gerakan senam dengan cara pernapasan yang benar. Hasilnya, stamina dan kesehatan tubuh yang baik. Selain itu, senam ini baik untuk wanita terutama mereka yang mempunyai problem dengan bentuk tubuh yaitu obesitas ataupun tidak proporsional, seperti bentuk bagian-bagian tubuh yang tidak serasi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Body Language akan kelihatan sekali apabila dilakukan secara benar dan teratur. Berbeda dengan Aerobic dan Low Impact yang mengutamakan gerakan-gerakan untuk pembakaran kalori atau untuk menurunkan berat badan. Kedua senam ini untuk pembentukan tubuh kurang bermanfaat atau kurang mengena. Untuk orang-orang yang ingin memperindah bentuk tubuh maka Body Language merupakan jawabannya. Body Language mengutamakan gerakan-gerakan yang bermanfaat, mengena langsung ke bagian otot-otot tubuh, sehingga akan terjadi pembentukan dan kelenturan otot sesuai dengan fungsi gerakan itu sendiri. Karena dilakukan dengan teknik yang benar serta kekuatan tenaga, maka akan terjadi pembakaran kalori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Body Performance&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada Senam Body Reformance, teknik gerakannya hampir sama dengan Body Language. Bedanya, gerakan-gerakan pada Body Language banyak berfokus pada daerah pinggang serta pinggul. Sedangkan Body Performance, sesuai namanya, yaitu untuk menampilkan tubuh. Jadi gerakangerakan yang dilakukan lebih merata pada seluruh bagian tubuh. Pada Body Language banyak dipakai dasar gerakan Senam Nifas &amp; Pembentukan. Sedang senam Body Performance banyak memasukkan gerakan dasar ballet, jazz, dan lebih kepada kelenturan tubuh. Senam ini cocok untuk segala usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya senam aerobik dilaksanakan selama satu jam dengan diiring musik yang sesuai dengan iramanya, senam acrobik dimulai dengan pemanasan selama 10 menit, dilanjutkan dengan latihan inti (senam acrobik) selama 40 menit dan kemudian dilanjutkan dengan pendinginan selama 10 menit. Alat-alat yang dibutuhkan dalam senam ini diantaranya sound system, kaset, dan karpet- karpet kecil agar jika melakukan gerakan melantai tidak sungkan, serta dumbell yang berguna untuk melatih kekuatan. Bisa juga bola2 kecil, tongkat, matras, kursi dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senam aerobik yang berupa latihan-latihan must impact aerobic yakni separo waktu untuk low impact aerobic (benturan ringan: salah satu kaki selalu masih berada di lantai) dan separo waktunya untuk high impact aerobic (benturan keras: kedua kaki terlepas dari lantai) dimaksudkan agar peserta tidak cepat bosan. Jika kita melakukan 'baik high maupun low impact aerobik, maka kita menggunakan berbagai macam otot dalam badan kita. Diantaranya otot-otot kaki yang kita gunakan untuk melompat dan juga mengangkat badan serta otot-otot lengan yang menyebabkan jantung memompa lebih keras. Kombinasi low impact dan high impact dapat membantu memperbaiki daya tahan dan kondisi jantung serta peredaran darah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latihan-latihan senam aerobik secara teratur akan memberi keuntungan bagi tubuh kita. Keuntungan tersebut terutama pada jantung dan paru-paru. Jantung kita dapat memompakan jumlah darah yang lebih banyak dan berdenyut lebih lambat. Paru-paru kita akan bertambah kapasitas pernapasannya, masuk dan keluar. Sementara mitokondria kita yakni komponen dari sel otot yang menyimpan oksigen dan mengeluarkan energi menjadi lebih besar dan banyak sehingga badan kita menjadi lebih efisien untuk membuang panas. Dengan senam yang teratur, badan menjadi segar. Segala keletihan setelah bekerja menjadi hilang. Terlebih lagi, daya tahan tubuh meningkat. Di samping itu, kegiatan olah raga ini juga dapat meningkatkan kebersamaan dan merupakan suatu rekreasi yang murah. Ikut senam secara teratur, tidur menjadi lebih enak, pusing-pusing di kepala menjadi hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang tidak terbiasa melakukan senam bersama lawan jenis, bisa mengikuti klub senam yang khusus wanita atau khusus muslimah. Kelebihan dari klub/studio/sanggar senam khusus wanita adalah adanya gerakan kewanitaan. Sedikit gambaran, latihan pada senam di klub senam khusus wanita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      tahap awal senam (30 menit) merupakan gerakan high impact&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      tahap kedua (20 menit) merupakan gabungan dari gerakan low impact, Body Language, Body Performance, Yoga dan Pilates&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      tahap ketiga (10 menit) adalah gerakan pendinginan, bisa berupa line dance maupun gerakan di lantai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jelas perbedaannya antara senam di tempat umum dengan senam di tempat khusus wanita. Namun tidak semua tempat sama dalam menerapkan teknik gerakan senam. Masing-masing tempat mempunyai kekhasan sendiri. Mengenai pakaian untuk senam, sebaiknya memakai pakaian yang khusus untuk senam aerobik sehingga gerakan tidak terganggu. Satu lagi, usahakan tidak berganti-ganti instruktur dalam latihan, hal ini menghindari cedera dan menunjang keberhasilan senam. So, ingin Sehat dan Cantik? Tunggu apalagi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-6137483372845323441?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/6137483372845323441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/10/senam-aerobik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/6137483372845323441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/6137483372845323441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/10/senam-aerobik.html' title='Senam Aerobik'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TKcDiV7dQMI/AAAAAAAAADM/rwNwEzX6kl4/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-1535595968194004807</id><published>2010-10-01T08:15:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T08:16:25.127-07:00</updated><title type='text'>tips menulis SKRIPSI</title><content type='html'>Tidak dipungkiri lagi, menulis (tulisan ilmiah) bagi mahasiswa S1 merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah, minimal menyita waktu, khususnya bila tulisan ilmiah tersebut dievaluasi dan dipresentasikan.&lt;br /&gt;Bentuk tulisan ilmiah yang secara formal dievaluasi dan dipresentasikan dalam penilaiannya di Jurusan Teknik Sipil UPH adalah membuat LAPORAN KERJA PRAKTEK (setelah minimal terkumpul 100 sks) dan SKRIPSI / LAPORAN TUGAS AKHIR MAGANG atau yang sejenisnya, yang menjadi syarat memperoleh gelar sarjana di level S1.&lt;br /&gt;Laporan kerja praktek relatif tidak menjadi masalah karena tujuan utama adalah untuk melihat pengalaman mahasiswa peserta dalam mendapatkan wawasan bidang nyata di dunia konstruksi di luar kelas. Enaknya lagi yaitu di Jurusan kami  bahwa pembuatan laporan kerja praktek tersebut dapat dikerjakan kelompok (maksimum dua orang). Kebetulan saya ditugaskan sebagai pembimbing kerja praktek.&lt;br /&gt;**tentang mengerjakan berkelompok**&lt;br /&gt;Dengan mengerjakan secara berkelompok tersebut, tentunya tidak bisa diketahui apakah tulisan tersebut dikerjakan bersama-sama atau hanya seorang saja yang aktif , sedang yang lainnya pasif. Tetapi karena penilaiannya adalah didasarkan pada presentasi dan tanya jawab secara oral (langsung), dimana laporan tertulis itu dijadikan dasar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, maka dapat diketahui: mana dari mahasiswa tersebut yang aktif atau pasif atau bahkan tidak melakukan kerja praktek sama sekali (berbohong). Prakteknya di UPH, sudah ada mahasiswa yang digagalkan karena dari presentasi oral dapat diketahui bahwa ternyata mahasiswa tersebut tidak melaksanakan kerja praktek yang sebenarnya (sudah ada dua orang), lalu yang mengulang karena meskipun sudah melakukan kerja praktek, tetapi ternyata tidak memahami apa-apa yang ada di tempat kerja prakteknya (ada dua orang juga).&lt;br /&gt;SKRIPSI (dan tugas akhir lainnya ) relatif lebih susah karena  harus dikerjakan mandiri, tentunya dibantu oleh pembimbing skripsi yang bebas dipilih oleh mahasiswa (bila disetujui).&lt;br /&gt;Dalam praktek, pembuatan skripsi adalah momok karena menyita waktu dan perhatian dari mahasiswa dalam membuatnya, selain itu juga kadang-kadang dijumpai bahwa meskipun dikerjakan cukup lama (berbulan-bulan) tapi hasilnya tidak begitu menggembirakan. Kadang perlu 1 semester atau 2 semester atau bahkan lebih, dan jika lebih terpaksa ganti judul dan ganti pembimbing. Jelas dengan pertambahan waktu tersebut biaya yang dikeluarkan mahasiswa menjadi berlipat-lipat. Kasihan orang-tuanya.  &lt;br /&gt;Karena dianggap sebagai penghambat kelulusan maka ada beberapa universitas (program studi) mencoba menghilangkannya dan mengganti dengan tugas-tugas di kelas. Jika anda menemukan kondisi seperti itu, coba amati : pasti jumlah muridnya banyak, mereka (yg membuat kebijaksanaan skripsi dihapus) sebenarnya kesulitan cari dosen pembimbing. Skripsi jadi lama, atau mutunya jadi dipertanyakan. Takut dianggap lulusannya sedikit maka skripsi dihapus. Jadi orientasi penyelenggaranya hanya berpikir jumlah kelulusan meningkat, tapi mutu dipertanyakan. &lt;br /&gt;kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualnya, karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. … Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seorang. Apakah subjek, predikat dan objeknya jelas, atau kalimatnya kacau. Dengan menulis, seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat. (Dedi Supriadi 1997)&lt;br /&gt;Kesulitan membuat skripsi juga dirasakan penulis sewaktu menjadi mahasiswa. Jika mau mengingat kembali, maka lamanya waktu studi dulu adalah akibat penulisan tugas akhir, baik sewaktu jadi mahasiswa S1 di UGM maupun mahasiswa S2 di UI. Bahkan pada saat-saat awal jadi dosenpun kadang masih susah untuk mengevaluasi tulisan skripsi mahasiswa. Khususnya untuk menentukan apakah tulisannya baik atau buruk. Paling-paling dilihat tampilannya, formatnya atau bila ketemu kesalahan dalam ejaan atau kalimat.&lt;br /&gt;Tetapi dengan berjalannya waktu, setelah cukup banyak mencoba untuk meneliti, menulis dan menerbitkan buku, akhirnya dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sebenarnya menulis (baik skripsi atau lainnya) adalah relatif mudah jika sudah tahu tip-tip yang penting.&lt;br /&gt;Langkah-langkah atau tip penting yang dimaksud adalah :&lt;br /&gt;1. Mampu melihat dan memilih masalah yang akan ditulis. Ini merupakan hal yang paling penting dari suatu SKRIPSI dan membedakan dengan menulis pada umumnya. Bagaimanapun skripsi adalah suatu bentuk karya tulis ilmiah yang mana mahasiswa diharapkan dapat berpikir ilmiah dengan membuat suatu penelitian sebagai objeknya. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah hal-hal yang akan sampaikan berikut.&lt;br /&gt;2. “APA” masalahnya tersebut, darimana anda mengetahui bahwa itu menjadi suatu masalah. Jika informasi tersebut diperoleh dari suatu studi pustaka berdasarkan jurnal-jurnal canggih up-to-dated maka tentunya lebih mudah meyakinkan orang lain bahwa masalah tersebut cukup baik untuk dibahas. Tetapi jika hasil pemahaman subyektif atau hasil pengamatan empiris pribadi belaka maka tentunya perlu data-data pendukung yang dibuat yang lebih banyak sehingga orang dapat yakin bahwa itu memang masalah yang patut dibahas (kerja lebih banyak).&lt;br /&gt;3. “MENGAPA” anda memilih masalah tersebut, karena dosen pembimbingnya yang memilihkannya, atau karena anda menyukai bidang dimana masalah tersebut berada, tentu akan membedakan strategi anda mengerjakan tugas SKRIPSI tersebut. Sebaiknya usahakan anda memilih karena anda memang menyenangi bidang dimana masalah tersebut ada. Untuk itu, apakah anda menguasai persoalan atau tidak itu tidak menjadi masalah. Jika anda menguasai persoalan , misalnya tentang pemrograman, maka tentu akan mempermudah anda menyelesaikan tugas itu. Tapi jika tidak, maka itu merupakan kesempatan berharga anda untuk mendapat knowledge yang lain (mendapat ilmu baru), meskipun itu perlu ekstra tenaga.&lt;br /&gt;Ngelmu iku kelakone kanthi laku. &lt;br /&gt;( indonesianya : menguasai ilmu itu perlu usaha keras, ingat cerita silat jawa: perlu bertapa dihutan-hutan atau di tempuran sungai agar digdaya ). &lt;br /&gt;Jika anda tidak tahu apa-apa (netral terhadap masalah tersebut) maka usahakan bahwa masalah tersebut dipahami oleh dosen pembimbing. Jika masalah itu yang memberi adalah dosen, maka diharapkan dosen tersebut juga tahu bagaimana dengan masalah tersebut. Jika benar-benar nggak tahu tentang masalah yang akan dipilih, maka pilihlah dosen pembimbing yang anda tahu kemampuannya, yang anda anggap dapat membimbing anda (anda punya respek  terhadap dia). &lt;br /&gt;4. “BAGAIMANA” masalah tersebut akan dapat diselesaikan, ini tentu memperkirakan ilmu-ilmu apa yang diperlukan untuk memecahkan massalah tersebut. Bisa melihat publikasi sebelumnya. Apakah untuk itu perlu uji eksperimental, penyelesaian parametris atau pemrograman atau yang lain. Kira-kira anda mempunyai keyakinan mampu atau tidak dengan itu. Itu konsekuensinya biaya dan waktu lho.&lt;br /&gt;5. “BILAMANA” masalah tersebut terpecahkan , apa yang kira-kira anda dapatkan. Bila anda tahu apa yang dapat anda berikan jika masalah tersebut terselesaikan maka ini mendukung kepercayaan diri bahwa solusi dari SKRIPSI ini akan berharga. Bahkan kalau PD maka dapat diinformasikan ke teman-teman lain, misal ke seminar dsb. Menambah kepercayaan diri, juga nilai tambah jika membuat lamaran kerja.&lt;br /&gt;6. Mampu memformulasikan MASALAH yang dipilih. Jika telah mempunyai alasan yang kuat tentang suatu masalah maka untuk realitas kerjanya maka usahakan masalah tersebut diformulasikan dalam bentuk tulisan pendek. Dalam hal ini dalam bentuk ABSTRAK. Kaget ya ? . Khan biasanya bikin abstract jika tulisan sudah selesai, itu jika abstract diterjemahkan sebagai rangkuman. Lha inilah bedanya, pengalaman dulu yang mengatakan bahwa abstrak dibuat setelah selesai dikerjakan, itu SALAH. Jika kondisinya demikian maka pengerjaan skripsi anda belum berbentuk, bisa liar, bisa kesana-kemari, tidak jelas, bisa lama. Kenapa ? Karena spesifikasinya belum ada (belum jelas/samar). Dengan membuat ABSTRACT terlebih dahulu maka anda sudah berusaha memfokuskan pikiran ke masalah tersebut yaitu dengan menuliskannya. Apa abstract tersebut kaku, ya enggak. Rubah-sedikit-sedikit ya nggak apa, tetapi dengan membuat abstract, kita tahu : o000  ada perubahan, mengapa, tentunya agar lebih baik lagi. TERKENDALI.&lt;br /&gt;7. Dalam membuat abstrak tersebut, perlu untuk membagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu tahapan INTRO: yaitu mengenalkan masalah, apa, mengapa, dan batasan-batasannya (nanti jadi BAB 1 dan BAB2); tahapan PROGRES: yaitu tentang bagaimana masalah tersebut dicoba dipecahkan, termasuk juga pembahasannya (nanti jadi BAB 3 dan BAB4); dan tahapan KESIMPULAN tentang bilamana masalah dapat terpecahkan (nanti jadi BAB5).&lt;br /&gt;8. Evaluasi ABSTRACT bersama dosen pembimbing. Apakah abstract sudah menggigit. Bila perlu bisa juga dimasukkan ke seminar  atau minta pendapat orang lain yang kritis. Tangkap masukan yang diberikan, evaluasi atau diskusikan dengan dosen. Jika mantap maka dapat dilanjutkan. Ingat, mutu tidaknya suatu hasil penelitian (skripsi) dapat dengan mudah dibaca dari abstract-nya. Jika abstract-nya nggak ada isi-nya maka kecil kemungkinan materi skripsi yang utama juga dibaca, paling-paling disimpan digudang. Tidak membanggakan untuk ditunjukkan orang lain. Tetapi abstract yang hebat kadang-kadang bisa mengecoh.  &lt;br /&gt;9. Jika abstract sudah OK. Bisa dilanjutkan.&lt;br /&gt;10. Jika anda sudah tahu apa masalah anda, mengapa anda memilih masalah tersebut, batasan-batasan masalah yang dipilih dan strategi penyelesaian yang akan dikerjakan maka tentunya hal itu dapat dituangkan dalam BAB 1. Penulisan BAB1 sangat penting karena menentukan luasan atau cakupan yang didiskusikan dalam bab-bab selanjutnya. Bab1 merupakan pengikat, pedoman kerja untuk bab-bab berikutnya. Jangan biasakan meniru BAB1 orang lain, belum tentu cocok. Jadi intinya Bab1 adalah pedoman kerja untuk penulisan bab-bab selanjutnya.&lt;br /&gt;11. Untuk dapat mengerjakan skripsi sesuai dengan BAGAIMANA menyelesaikan masalah tersebut, tentu anda harus tahu lebih dahulu bagaimana strategi orang lain menangani atau bertindak terhadap masalah tersebut. Ini dapat diketahui dengan melakukan studi pustaka (BAB2), mereview publikasi orang lain dari jurnal-jurnal atau yang lainnya. Usahakan pakailah acuan jurnal-jurnal terkini (menurut salah satu profesor saya, gunakan jurnal dalam lima tahun terakhir). Tetapi bisa juga anda mengutip suatu karya yang pernah diterbitkan ratusan tahun yang lalu jika karya tersebut memang karya monumental di bidangnya. Sekali lagi, usahakan yang dijadikan referensi adalah jurnal ilmiah, bila terpaksa, baru textbooks.&lt;br /&gt;Referensi dalam suatu penelitian and publikasi juga dapat menjadi indikasi kehebatan dari materi yang diteliti dan ditulis tersebut.&lt;br /&gt;Jangan gunakan diktat kuliah sebagai referensi, karena kalau hanya diktat kuliah kayaknya kurang berbobot (kecuali yang telah dipublikasikan ke luar), jika hanya sekedar diktat copy-an sebaiknya hindari saja. Kecuali jika diktat itu diberikan oleh dosen yang terkenal pakar pada bidang yang dimaksud dan merupakan problem yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. **tetapi hati-hati, karena umumnya : dosen-dosen umumnya menyakinkan didepan kelasnya, tetapi kalau ketemu teman-teman sejawat-nya mejen **tak berkutik/pasif** Pengalaman menunjukkan bahwa diktat-diktat seperti itu di Indonesia hanya dibuat dari copy-and-paste aja. **kadang nggak bermutu**. Sorry nggak semua, tetapi kalau bisa cari rujukan yang dipublikasikan resmi. &lt;br /&gt;12. Dengan memahami publikasi-publikasi yang ada tentang masalah yang dibahas tentunya dapat diambil suatu kesimpulan atau dugaan, apa-apa saja yang telah dilakukan orang. &lt;br /&gt;Selanjutnya kembali ke persyaratan pembuatan skripsi (level S1) tentunya bobotnya berbeda dengan tesis (level S2) atau disertasi (level S3). Pada level S1 tidak diperlukan suatu tingkat penelitian yang orisinil seperti halnya disertasi atau kedalaman seperti level S2. Menurut pemahaman penulis : pada level S1 , mahasiswa cukup diminta belajar memahami permasalahan, mengerti alasan mengapa permasalahan tersebut perlu dibahas, mengetahui tindakan orang lain tentang masalah tersebut termasuk tahu sisi baik dan buruknya masing-masing dan dapat menerapkannya pada kasus lokal (studi kasus) serta menarik kesimpulan dari tindakan yang dikerjakannya. &lt;br /&gt;Jika laporannya (skripsinya) dapat dibaca dan memperlihatkan alur logika-logika seperti di atas maka mahasiswa tersebut mestinya sudah pantas lulus level S1. Proses tersebut mencakup bab 3 – sampai bab akhir. &lt;br /&gt;Pada dasarnya penulisan skripsi yang paling sulit adalah pada cara memulainya, jika sudah sampai langkah ke-10 diatas maka penulisan dapat berkembang sangat cepat, dan bab-babnya bisa berkembang. Hanya ingat bahwa bab dibatasi pada suatu tahapan yang bisa mandiri, dan ingat bahwa setiap bab satu dengan yang lainnya harus ada benang merah yang menghubungkannya (terkait).&lt;br /&gt;Urutan-urutan bab, yaitu pada awal adalah intro, berkembang pada progress dan diakhiri dengan kesimpulan. Kesimpulan penting sekali, itu menunjukkan apakah penulis (mahasiswa) memahami apa yang dikerjakannya atau tidak, tergantung dari kesimpulan yang diberikan. Kesimpulan harus suatu yang spesifik tentang masalah tersebut. Apa yang terjadi , juga dengan kesimpulan dapat diketahui bahwa  tulisan tersebut berguna atau tidak, bisa dilihat dari kesimpulan yang diberikan.&lt;br /&gt;Ingat dalam pembuatan skripsi, ketebalan tulisan tidak bisa menjadi ukuran apakah itu berbobot atau tidak. Suatu skripsi yang tipispun jika memenuhi konsep-konsep di atas bahkan kalau dikemas dengan baik itu dapat menarik untuk dipresentasikan diforum ilmiah yang lebih luas, dan dapat dibanggakan.&lt;br /&gt;O ya, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan menurut saya adalah :&lt;br /&gt;• Tampilan adalah nomer satu, isi baru ke dua. Jangan dibalik dan dibandingkan dengan manusia. Pengalaman menunjukkan bahwa bila tampilan (format) suatu tulisan tidak diperhatikan (jelek) maka isinya kemungkinan besar juga tidak akan dibaca. Dalam hal seperti itu, dosen penguji akan melihat-lihat lebih banyak tulisan anda, dan ada kemungkinan menemukan suatu kesalahan dari tulisan anda.  &lt;br /&gt;• Pastikan format yang digunakan sesuai dengan petunjuk dari Institusi (ini penting), berapa margin kiri-atas dsb, ukuran font, jumlah spasis pada baris, dsb-nya. Format yang baik kadang-kadang dapat mengecoh dosen penguji yang malas, sehingga ada kemungkinan tidak akan ketemu kesalahan yang ada (bila ada). Sehingga waktu di uji **selamat**.   &lt;br /&gt;• Tentang ISI. Kualitas kadang-kadang bersifat relatif. Tergantung dosen dsb. Tetapi yang jelas dan langsung bisa dinilai adalah KONSISTENSI. Suatu tulisan harus konsisten, antara satu bagian dan bagian yang lain dalam skripsi tersebut. Jika tidak konsisten, maka itu dapat dijadikan modal untuk menguji materi skripsi tersebut. Pendapat anda saling di adu sendiri.&lt;br /&gt;• Tulislah APA-APA YANG DIKUASAI saja. Jika ada hal-hal yang tidak diketahui (meski sudah usaha kesana-kemari) maka usahakan bagian tersebut dihilangkan (itu jika tidak mempengaruhi bagian-bagian lain). Jika tidak bisa maka usahakan hal tersebut di luar cakupan masalah yang diteliti. Ini penting. Ingat sebagai penulis maka seharusnya penulis menguasai tulisan yang dibuatnya. O ya, penting juga untuk mencari alasan yang bagus mengapa anda tidak perlu membahas hal tersebut (persiapan bila ada dosen yang kritis yang tahu tentang itu, tapi ini jarang terjadi, ya siapa tahu.)&lt;br /&gt;• Semua tabel harus ada judul tabel dan nomer tabel, semua gambar harus ada judul gambar dan nomer gambar. Konsisten baik font dan nomernya dikeseluruhan laporan. O ya, gambar yang ditampilkan pada bagian dalam tulisan hanya yang mendukung ulasan / tulisan pada bagian itu. Jika sifatnya umum dan ukurannya besar maka sebaiknya di tampilan pada lampiran.&lt;br /&gt;• Daftar Pustaka harus ada, ciri-ciri tulisan ilmiah adalah adanya acuan pustaka, dan penting yang harus diperhatikan bahwa yang dicantumkan pada Daftar Pustaka adalah yang diacu saja. Jangan sekedar nampang. Bagi orang awam memang kelihatannya keren, tulisannya didukung jurnal-jurnal ilmiah hebat, tapi bagi yang ngerti : apa-apaan ini, koq semuanya dicantumin, pasti penulisnya nggak baca dan tulisannya biasanya nggak berbobot (nggak tahu apa yang dituliskan, jadi biar tebal sembarangan nulis aja). Dosen penguji (yg tahu) cenderung ingin membuat pertanyaan menguji, “apa bener mahasiswa ini membaca pustak yang tercantum tersebut”. Hati-hati.&lt;br /&gt;• Yang terakhir, jangan segan-segan untuk membaca ulang, prinsipnya semakin banyak anda membaca ulang maka semakin kecil kemungkinan kesalahan akan timbul.&lt;br /&gt;Apabila mungkin, biarkan draf anda agak sehari atau dua hari sebelum merevisinya. Hal ini akan memberi jarak mental anda dengan karya sehingga kemudian anda kembali dengan prespektif baru yang berbeda dan lebih segar. Saat itu anda bukan lagi pribadi yang sama dengan ketika anda menulis draf pertama. (Atmazaki 2006)&lt;br /&gt;Selain itu dengan semakin banyak membaca ulang skripsi anda maka anda semakin memahami masalah tersebut (sebagai modal nanti waktu presentasi oral). &lt;br /&gt;• Ketidak-mauan membaca ulang makalah anda menunjukkan bahwa anda belum mantap dengan karya tulis yang anda buat, ada ‘sesuatu’ dengan tulisan anda. Jika anda sendiri tidak mantap terhadap karya anda. Bagaimana orang lain bisa mantap. Itu prinsip menulis yang baik.&lt;br /&gt;**up-dated 4 Mei 2007 **&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk mendukung terciptanya skripsi yang baik dan akhirnya dapat mengantar mahasiswa mencapai kelulusan dengan mantap, maka banyak membaca merupakan kunci utamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-1535595968194004807?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/1535595968194004807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/10/tips-menulis-skripsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/1535595968194004807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/1535595968194004807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/10/tips-menulis-skripsi.html' title='tips menulis SKRIPSI'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-6768823340427752060</id><published>2010-09-26T08:51:00.001-07:00</published><updated>2010-09-26T08:52:26.488-07:00</updated><title type='text'>Puisi Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TJ9sMswLbFI/AAAAAAAAACk/VbcIu0yMB5k/s1600/kunang1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 274px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TJ9sMswLbFI/AAAAAAAAACk/VbcIu0yMB5k/s320/kunang1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521250633606982738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;malam semakin larut dalam keheningan..&lt;br /&gt;rembulan tak bosan menampakan wajahnya&lt;br /&gt;angin pun kian sendu menyanyikan tembang indahnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sepasang kunang-kunang memadu asmara saling berkejaran&lt;br /&gt;tampak ceria seyum di wajahnya&lt;br /&gt;sang jangkrik pun tak henti menyanyikan lagu ciptaannya&lt;br /&gt;tuk menarik pujaan hatinya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sementara aku hanya seonggok daging tak berdaya&lt;br /&gt;yang tak meimiliki arti cinta...&lt;br /&gt;semua tlah hilang ditelan gelapnya malam&lt;br /&gt;yang penuh tanya tak terjawab&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;malam...&lt;br /&gt;hawa dinginmu tlah menusuk tulang rusukku&lt;br /&gt;embun mu membekukan hatiku&lt;br /&gt;heningmu memecahkan gendang telingaku..&lt;br /&gt;tubuhku pun terpuruk lunglai tak berdaya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;aku seperti petarung yang tak mampu berdiri lagi...&lt;br /&gt;seperti pujangga yang tak mampu mengucapkan kata cinta lagi&lt;br /&gt;semua tinggal puing-puing hati yang berserakan&lt;br /&gt;yang mesti kususun kembali....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-6768823340427752060?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/6768823340427752060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/09/puisi-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/6768823340427752060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/6768823340427752060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/09/puisi-malam.html' title='Puisi Malam'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/TJ9sMswLbFI/AAAAAAAAACk/VbcIu0yMB5k/s72-c/kunang1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-3354319687906638873</id><published>2010-09-03T07:58:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T08:44:32.223-07:00</updated><title type='text'>Pertolongan pertama pada penyakit Kolik ( Kram Usus)</title><content type='html'>Kolik Abdomen adalah gangguan pada aliran normal isi usus sepanjang traktus intestinal (Nettina, 2001). Obstruksi terjadi ketika ada gangguan yang menyebabkan terhambatnya aliran isi usus ke depan tetapi peristaltiknya normal. &lt;br /&gt;Rasa sakit yang dialami jika terkena kolik adalah rasa sakit yang teramat sangat di daerah perut. Kolik bisa menjadi petunjuk terhadap suatu penyakit tergantung di posisi dimana kolik tersebut berasal. &lt;br /&gt;Menurut pengalaman saya, jika terkena kolik hal yang harus dilakukan adalah dengan segera berendam di air panas, usahakan tubuh menjadi panas sehingga otot usus kembali mengendur. Meminum air putih  hangat juga akan membantu proses penyembuhan penyakit kolik.. setelah reda segera gunakan selimut agar panas tubuh anda stabil..&lt;br /&gt;Ini hanya pertolongan pertama Lho...jika sakit tidak hilang juga mendingan segera ke Rumah Sakit terdekat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-3354319687906638873?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/3354319687906638873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/09/pertolongan-pertama-pada-penyakit-kolik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/3354319687906638873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/3354319687906638873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/09/pertolongan-pertama-pada-penyakit-kolik.html' title='Pertolongan pertama pada penyakit Kolik ( Kram Usus)'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-7990492544764114460</id><published>2010-08-30T02:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T02:51:20.254-07:00</updated><title type='text'>30 KIAT MENDIDIK ANAK</title><content type='html'>Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka&lt;br /&gt;selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang&lt;br /&gt;cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap&lt;br /&gt;menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-&lt;br /&gt;hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga&lt;br /&gt;orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya,&lt;br /&gt;jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan&lt;br /&gt;keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa&lt;br /&gt;karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan&lt;br /&gt;tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik&lt;br /&gt;dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya.&lt;br /&gt;Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca&lt;br /&gt;basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak&lt;br /&gt;mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red).&lt;br /&gt;Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang&lt;br /&gt;makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya&lt;br /&gt;mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam&lt;br /&gt;mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan&lt;br /&gt;jangan sampai mengotori pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus&lt;br /&gt;pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan&lt;br /&gt;kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu&lt;br /&gt;banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini&lt;br /&gt;untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut&lt;br /&gt;saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal&lt;br /&gt;makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu&lt;br /&gt;cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia&lt;br /&gt;melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan&lt;br /&gt;warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu&lt;br /&gt;hanya untuk kaumwanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya&lt;br /&gt;mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya&lt;br /&gt;hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-&lt;br /&gt;hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa&lt;br /&gt;bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka&lt;br /&gt;bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang&lt;br /&gt;jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia&lt;br /&gt;memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras&lt;br /&gt;kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang&lt;br /&gt;salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan&lt;br /&gt;memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur’an dan buku-&lt;br /&gt;buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur’an dengan tafsirnya,&lt;br /&gt;hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia&lt;br /&gt;juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah&lt;br /&gt;orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa&lt;br /&gt;mencintai dan menela-dani mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy’ariyah,&lt;br /&gt;Mu’tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid’ah lainnya agar&lt;br /&gt;tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang&lt;br /&gt;banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat&lt;br /&gt;kemampuan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya&lt;br /&gt;sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan&lt;br /&gt;jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-&lt;br /&gt;syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan&lt;br /&gt;kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan&lt;br /&gt;segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-&lt;br /&gt;kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan&lt;br /&gt;disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang&lt;br /&gt;dilakukannya tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi&lt;br /&gt;di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan&lt;br /&gt;kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci&lt;br /&gt;dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi,&lt;br /&gt;sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh&lt;br /&gt;lagi dengan kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi&lt;br /&gt;dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali&lt;br /&gt;pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan&lt;br /&gt;perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak&lt;br /&gt;bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan&lt;br /&gt;dari ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan&lt;br /&gt;rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari&lt;br /&gt;jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan&lt;br /&gt;dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan&lt;br /&gt;dan melemahnya kondisi badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk&lt;br /&gt;karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam&lt;br /&gt;kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena&lt;br /&gt;terlalu lama tidur dan kurang gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi,&lt;br /&gt;sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan&lt;br /&gt;bahwa itu tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu&lt;br /&gt;pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah&lt;br /&gt;(atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa&lt;br /&gt;menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak&lt;br /&gt;(berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya,&lt;br /&gt;pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia&lt;br /&gt;ber-sikap tawadhu’, lemah lembut dan menghormati temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu&lt;br /&gt;mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan&lt;br /&gt;rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan,&lt;br /&gt;melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari&lt;br /&gt;keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan&lt;br /&gt;menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap&lt;br /&gt;tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu&lt;br /&gt;adalah perbuatan mulia dan terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat&lt;br /&gt;umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama&lt;br /&gt;muslim dan banyak menguap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan&lt;br /&gt;menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan&lt;br /&gt;memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak.&lt;br /&gt;Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah&lt;br /&gt;Shallallaahu alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau&lt;br /&gt;dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau&lt;br /&gt;dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti&lt;br /&gt;melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-&lt;br /&gt;orang yang suka melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam&lt;br /&gt;kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan&lt;br /&gt;mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk&lt;br /&gt;melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar,&lt;br /&gt;membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus&lt;br /&gt;diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan&lt;br /&gt;bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan&lt;br /&gt;berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-&lt;br /&gt;perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru,&lt;br /&gt;pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua.&lt;br /&gt;Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa&lt;br /&gt;mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa&lt;br /&gt;tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah&lt;br /&gt;ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di&lt;br /&gt;antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi&lt;br /&gt;pendidikan anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-7990492544764114460?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/7990492544764114460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/30-kiat-mendidik-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7990492544764114460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7990492544764114460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/30-kiat-mendidik-anak.html' title='30 KIAT MENDIDIK ANAK'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-7297045524770754806</id><published>2010-08-22T09:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T10:06:45.747-07:00</updated><title type='text'>asal mula penyakit AIDS</title><content type='html'>1.Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah "senjata etnis" yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "Pohon keturunan" filogenetik virus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui "supercomputer" di Los Alamos, Mexico, menunjukkan bahwa HIV telah "melompati spesies', dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penting: Los Alamos kebetulan saja merupakan sentra pembuatan bom nuklir, hasil persekutuan mata-mata Cina, dan laboratorium tempat dilakukannya eksperimen rahasia radiasi manusia terhadap penduduk sipil yang tidak merasa curiga. Eksperimen ini telah dilakukan sejak tahun 1940-an hingga awal epidemik AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen Hepatitis B Pra-AIDS kepada Pria Gay (1978-1981)&lt;br /&gt;Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang "disponsori pemerintah AS" di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS. Para dokter senior masih bisa ingat bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis.&lt;br /&gt;Kemungkinan besar HIV "masuk" ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.&lt;br /&gt;Apakah jenis virus yang terkontaminasi dalam program vaksin ini yang menyebabkan AIDS? Bagaimana dengan program WHO di Afrika? Bukti kuat menunjukkan bahwa AIDS berkembang tak lama setelah program vaksin ini. AIDS merebak pertama kali di kalangan gay New York City pada tahun 1979, beberapa bulan setelah eksperimen dimulai di Manhattan. Ada fakta yang cukup mengejutkan dan secara statistik sangat signifikan, bahwa 20% pria gay yang menjadi sukarelawan eksperimen hepatitis B di New York diketahui mengidap HIV positif pada tahun 1980 (setahun sebelum AIDS menjadi penyakit "resmi'). Ini menunjukkan bahwa pria Manhattan memiliki kejadian HIV tertinggi dibandingkan tempat lainnya di dunia, termasuk Afrika, yang dianggap sebagai tempat kelahiran HIV dan AIDS. Fakta lain yang juga menghebohkan adalah bahwa kasus AIDS di Afrika yang dapat dibuktikan baru muncul setelah tahun 1982. Sejumlah peneliti yakin bahwa eksperimen vaksin inilah yang berfungsi sebagai&lt;br /&gt;saluran tempat "berjangkitnya" HIV ke populasi gay di Amerika. Namun hingga sekarang para ilmuwan AIDS mengecilkan koneksi apapun antara AIDS dengan vaksin tersebut.&lt;br /&gt;Umum diketahui bahwa di Afrika, AIDS berjangkit pada orang heteroseksual, sementara di Amerika Serikat AIDS hanya berjangkit pada kalangan pria gay. Meskipun pada awalnya diberitahukan kepada publik bahwa "tak seorang pun kebal AIDS", faktanya hingga sekarang ini (20 tahun setelah kasus pertama AIDS), 80% kasus AIDS baru di Amerika Serikat berjangkit pada pria gay, pecandu narkotika, dan pasangan seksual mereka. Mengapa demikian? Tentunya HIV tidak mendiskriminasi preferensi seksual atau ras tertentu. Apakah benar demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keserupaan dengan FLU Burung&lt;br /&gt;Di pertengahan tahun 1990-an, para ahli biologi berhasil mengidentifikasi setidaknya 8 subtipe (strain) HIV yang menginfeksi berbagai orang di seluruh dunia. Telah terbukti, strain B adalah strain pra dominan yang menginfeksi gay di AS. Strain HIV ini lebih cenderung menginfeksi jaringan rektum, itu sebabnya para gay yang cenderung menderita AIDS dibandingkan non-gay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi Alat Kelamin Pria&lt;br /&gt;Sebaliknya, Strain HIV yang umum dijumpai di Afrika cenderung menginfeksi vagina dan sel serviks (leher rahim), sebagaimana kulup penis pria. Itu sebabnya, di Afrika, HIV cenderung berjangkit pada kalangan heteroseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi Alat Kelamin Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pakar AIDS telah memeberitahukan bahawa AIDS Amerika berasal dari Afrika, padahal Strain HIV yang umum dijumpai di kalangan pria gay nyaris tak pernah terlihat di Afrika! Bagaimana bisa demikian? Apakah sebagian Strain HIV direkayasa agar mudah beradaptasi ke sel yang cenderung menginfeksi kelamin gay?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui, pria ilmuwan SCVP (Special Virus Cancer Program) mampu mengadaptasi retrovirus tertentu agar menginfeksi jenis sel tertentu. Tak kurang sejak tahun 1970, para ilmuwan perang biologis telah belajar mendesain agen-agen (khususnya virus) tertentu yang bisa menginfeksi dan menyerang sel kelompok rasial "tertentu". Setidaknya tahun 1997, Stephen O'Brien dan Michael Dean dari Laboratorium Keanekaragaman Genom di National Cancer Institute menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang kulit putih memiliki gen resisten-AIDS, sementara orang kulit hitam Afrika tidak memiliki gen semacam itu sama sekali. Kelihatannya, AIDS semakin merupakan "virus buatan manusia yang menyerang ras tertentu" dibandingkan peristiwa alamiah.&lt;br /&gt;Berkat bantuan media Amerika, virus ini menyebar ke jutaan orang tertentu di seluruh dunia sebelum segelintir orang mulai waspada akan kejahatan di balik penciptaan virus ini. Di tahun 1981, pejabat kesehatan memastikan "masyarakat umum" bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. "AIDS adalah penyakit gay" adalah jargon yang sering dikumandangkan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya tahun 1987, Robert Gallo memberitahu reporter Playboy, David Black, "Saya pribadi belum pernah menemukan satu kasus pun (di Amerika) dimana pria terkena virus (AIDS) dari seorang wanita melalui hubungan intim heteroseksual ." Gallo melanjutkan, "AIDS tak akan menjadi bahaya yang tak bisa teratasi bagi masyarakat umum." Apakah ini sekedar spekulasi ataukah Gallo mengetahui sesuatu yang tidak ia ceritakan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-7297045524770754806?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/7297045524770754806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/asal-mula-penyakit-aids.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7297045524770754806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7297045524770754806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/asal-mula-penyakit-aids.html' title='asal mula penyakit AIDS'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-636778187044268248</id><published>2010-08-04T03:16:00.001-07:00</published><updated>2010-08-04T03:16:22.527-07:00</updated><title type='text'>Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Pembelajaran Kelompok Bermain</title><content type='html'>Anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia sekolah dasar yaitu usia tujuh tahun ternyata tidaklah benar. Bahkan pendidikan yang dimulai pada usia TK (4 – 6 tahun) pun sebenarnya sudah terlambat. Hasil penelitian di bidang neurologi yang dilakukan Benyamin S. Bloom, seorang ahli pendidikan dari Universitas Chicago, Amerika Serikat (Diktentis, 2003: 1), mengemukakan bahwa pertumbuhan sel jaringan otak pada anak usia 0 – 4 tahun mencapai 50%, hingga usia 8 tahun mencapai 80%. Artinya bila pada usia tersebut otak anak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal maka otak anak tidak akan berkembang secara optimal. Pada dasawarsa kedua yaitu usia 18 tahun perkembangan jaringan otak telah mencapai 100%. Oleh sebab itu masa kanak-kanak dari usia 0 – 8 tahun disebut masa emas (Golden Age) yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia sehingga sangatlah penting untuk merangsang pertumbuhan otak anak dengan memberikan perhatian terhadap kesehatan anak, penyediaan gizi yang cukup, dan pelayanan pendidikan.&lt;br /&gt;Data memperlihatkan bahwa layanan pendidikan anak usia dini di Indonesia masih termasuk sangat memprihatinkan. Sampai dengan tahun 2001 (Jalal, 2003: 20) jumlah anak usia 0 – 6 tahun di Indonesia yang telah mendapatkan layanan pendidikan baru sekitar 28% (7.347.240 anak). Khusus untuk anak usia 4 – 6 tahun, masih terdapat sekitar 10,2 juta (83,8%) yang belum mendapatkan layanan pendidikan. Masih banyaknya jumlah anak usia dini yang belum mendapatkan layanan pendidikan tersebut disebabkan terbatasnya jumlah lembaga yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini.&lt;br /&gt;Layanan pendidikan kepada anak-anak usia dini merupakan dasar yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya hingga dewasa. Hal ini diperkuat oleh Hurlock (1991: 27) bahwa tahun-tahun awal kehidupan anak merupakan dasar yang cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;Kreativitas merupakan salah satu potensi yang dimiliki anak yang perlu dikembangkan sejak usia dini. Setiap anak memiliki bakat kreatif dan ditinjau dari segi pendidikan, bakat kreatif dapat dikembangkan dan karena itu perlu dipupuk sejak dini. Bila bakat kreatif anak tidak dipupuk maka bakat tersebut tidak akan berkembang, bahkan menjadi bakat yang terpendam yang tidak dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;Melalui proses pembelajaran dengan kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak yaitu melalui bermain, diharapkan dapat merangsang dan memupuk kreativitas anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya untuk pengembangan diri sejak usia dini. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Mulyasa (2005: 164) bahwa: “Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar”.&lt;br /&gt;Dalam proses pembelajaran di kelompok bermain, kreativitas anak dirangsang dan dieksplorasi melalui kegiatan bermain sambil belajar sebab bermain merupakan sifat alami anak. Diungkapkan oleh Munandar (2004: 94) bahwa penelitian menunjukkan hubungan yang erat antara sikap bermain dan kreativitas. Namun, jelas Froebel (Patmonodewo, 2003: 7), bermain tanpa bimbingan dan arahan serta perencanaan lingkungan di mana anak belajar akan membawa anak pada cara belajar yang salah atau proses belajar tidak akan terjadi. Ia mengisyaratkan bahwa dalam proses pembelajaran, pendidik bertanggung jawab dalam membimbing dan mengarahkan anak agar menjadi kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembelajaran Bagi Anak Usia Dini&lt;br /&gt;Berdasarkan definisi Konsensus Knowles dalam Mappa (1994: 12) pembelajaran merupakan suatu proses di dalam mana perilaku diubah, dibenarkan atau dikendalikan. Sementara itu Abdulhak (2000: 25) menjelaskan bahwa proses pembelajaran adalah interaksi edukatif antara peserta didik dengan komponen-komponen pembelajaran lainnya. Pembelajaran di kelompok bermain jelas sangat berbeda dengan di sekolah, dimana pembelajaran dilakukan dalam suasana bermain yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Anak-anak usia dini dapat saja diberikan materi pelajaran, diajari membaca, menulis, dan berhitung. Bahkan bukan hanya itu saja, mereka bisa saja diajari tentang sejarah, geografi, dan lain-lainnya. Jerome Bruner menyatakan, setiap materi dapat diajarkan kepada setiap kelompok umur dengan cara-cara yang sesuai dengan perkembangannya. Kuncinya adalah pada permainan atau bermain (Supriadi, 2002: 40). Permainan atau bermain adalah kata kunci pada pendidikan anak usia dini. Ia sebagai media sekaligus sebagai substansi pendidikan itu sendiri. Dunia anak adalah dunia bermain, dan belajar dilakukan dengan atau sambil bermain yang melibatkan semua indra anak.&lt;br /&gt;Supriadi (2002: 40) menjelaskan bahwa Bruner dan Donalson dari telaahnya menemukan bahwa sebagian pembelajaran terpenting dalam kehidupan diperoleh dari masa kanak-kanak yang paling awal, dan pembelajaran itu sebagian besar diperoleh dari bermain. Bermain bagi anak adalah kegiatan yang serius tetapi menyenangkan. Menurut Conny R. Semiawan (Jalal, 2002: 16) melalui bermain, semua aspek perkembangan anak dapat ditingkatkan. Dengan bermain secara bebas anak dapat berekspresi dan bereksplorasi untuk memperkuat hal-hal yang sudah diketahui dan menemukan hal-hal baru. Melalui permainan, anak-anak juga dapat mengembangkan semua potensinya secara optimal, baik potensi fisik maupun mental intelektual dan spiritual. Oleh karena itu, bermain bagi anak usia dini merupakan jembatan bagi berkembangnya semua aspek.&lt;br /&gt;2. Konsep Kreativitas&lt;br /&gt;Supriadi (2001: 7) menyimpulkan bahwa pada intinya kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;Keberhasilan kreativitas menurut Amabile (Munandar, 2004: 77) adalah persimpangan (intersection) antara keterampilan anak dalam bidang tertentu (domain skills), keterampilan berpikir dan bekerja kreatif, dan motivasi intrinsik. Persimpangan kreativitas tersebut – yang disebut dengan teori persimpangan kreativitas (creativity intersection)&lt;br /&gt;Ciri-ciri kreativitas dapat ditinjau dari dua aspek yaitu:&lt;br /&gt;a. Aspek Kognitif. Ciri-ciri kreativitas yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kreatif//divergen (ciri-ciri aptitude) yaitu:&lt;br /&gt;(1) keterampilan berpikir lancar (fluency);&lt;br /&gt;(2) keterampilan berpikir luwes/fleksibel (flexibility);&lt;br /&gt;(3) keterampilan berpikir orisinal (originality);&lt;br /&gt;(4) keterampilan memperinci (elaboration); dan&lt;br /&gt;(5) keterampilan menilai (evaluation). Makin kreatif seseorang, ciri-ciri tersebut makin dimiliki. (Williams dalam Munandar, 1999: 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Aspek Afektif. Ciri-ciri kreativitas yang lebih berkaitan dengan sikap dan perasaan seseorang (ciri-ciri non-aptitude) yaitu:&lt;br /&gt;(a) rasa ingin tahu;&lt;br /&gt;(b) bersifat imajinatif/fantasi;&lt;br /&gt;(c) merasa tertantang oleh kemajemukan;&lt;br /&gt;(d) sifat berani mengambil resiko;&lt;br /&gt;(e) sifat menghargai;&lt;br /&gt;(f) percaya diri;&lt;br /&gt;(g) keterbukaan terhadap pengalaman baru; dan&lt;br /&gt;(h) menonjol dalam salah satu bidang seni (Williams &amp; Munandar, 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Torrance dalam Supriadi (Adhipura, 2001: 47) mengemukakan tentang lima bentuk interaksi guru dan siswa di kelas yang dianggap mampu mengembangkan kecakapan kreatif siswa, yaitu:&lt;br /&gt;(1) menghormati pertanyaan yang tidak biasa;&lt;br /&gt;(2) menghormati gagasan yang tidak biasa serta imajinatif dari siswa;&lt;br /&gt;(3) memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar atas prakarsa sendiri;&lt;br /&gt;(4) memberi penghargaan kepada siswa; dan&lt;br /&gt;(5) meluangkan waktu bagi siswa untuk belajar dan bersibuk diri tanpa suasana penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurlock pun (1999: 11) mengemukakan beberapa faktor pendorong yang dapat meningkatkan kreativitas, yaitu:&lt;br /&gt;(1) waktu,&lt;br /&gt;(2) kesempatan menyendiri,&lt;br /&gt;(3) dorongan,&lt;br /&gt;(4) sarana,&lt;br /&gt;(5) lingkungan yang merangsang,&lt;br /&gt;(6) hubungan anak-orangtua yang tidak posesif,&lt;br /&gt;(7) cara mendidik anak,&lt;br /&gt;(8) kesempatan untuk memperoleh pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amabile (Munandar, 2004: 223) mengemukakan empat cara yang dapat mematikan kreativitas yaitu evaluasi, hadiah, persaingan/kompetisi antara anak, dan lingkungan yang membatasi. Sementara menurut Torrance dalam Arieti yaitu:&lt;br /&gt;(1) usaha terlalu dini untuk mengeliminasi fantasi;&lt;br /&gt;(2) pembatasan terhadap rasa ingin tahu anak;&lt;br /&gt;(3) terlalu menekankan peran berdasarkan perbedaan seksual;&lt;br /&gt;(4) terlalu banyak melarang;&lt;br /&gt;(5) takut dan malu;&lt;br /&gt;(6) penekanan yang salah kaprah terhadap keterampilan verbal tertentu; dan&lt;br /&gt;(7) memberikan kritik yang bersifat destruktif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-636778187044268248?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/636778187044268248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/pengembangan-kreativitas-anak-melalui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/636778187044268248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/636778187044268248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/pengembangan-kreativitas-anak-melalui.html' title='Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Pembelajaran Kelompok Bermain'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-7461456130716580469</id><published>2010-08-04T03:13:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T03:14:25.650-07:00</updated><title type='text'>Manfaat dan Kekuatan Dongeng pada Psikologi Anak</title><content type='html'>Pada zaman serba canggih seperti sekarang, kegiatan mendongeng di mata anak-anak tidak populer lagi. Sejak bangun hingga menjelang tidur, mereka dihadapkan pada televisi yang menyajikan beragam acara, mulai dari film kartun, kuis, hingga sinetron yang acapkali bukan tontonan yang pas untuk anak. Kalaupun mereka bosan dengan acara yang disajikan, mereka dapat pindah pada permainan lain seperti videogame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENDATI demikian, kegiatan mendongeng sebetulnya bisa memikat dan mendatangkan banyak manfaat, bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. Kegiatan ini dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang dapat digali dari kegiatan mendongeng ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasinya. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi. Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Lama-kelamaan anak dapat melatih kreativitas dengan cara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seprti pentingnya makan sayur dan menggosok gigi. Anak juga diharapkan dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai dengan tidak bersikap memerintah atau menggurui, sebaliknya para tokoh cerita dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi contoh atau teladan bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai dongeng yang diceritakan, anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku. Diawali dengan buku-buku dongeng yang kerap didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan, sains, agama, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada batasan usia yang ketat mengenai kapan sebaiknya anak dapat mulai diberi dongeng. Untuk anak-anak usia prasekolah, dongeng dapat membantu mengembangkan kosa kata. Hanya saja cerita yang dipilihkan tentu saja yang sederhana dan kerap ditemui anak sehari-hari. Misalnya dongeng-dongeng tentang binatang. Sedangkan untuk anak-anak usia sekolah dasar dapat dipilihkan cerita yang mengandung teladan, nilai dan pesan moral serta problem solving. Harapannya nilai dan pesan tersebut kemudian dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan suatu dongeng tidak saja ditentukan oleh daya rangsang imajinatifnya, tapi juga kesadaran dan kemampuan pendongeng untuk menyajikannya secara menarik. Untuk itu kita dapat menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka atau berbagai buku cerita sebagai sumber yang dapat dibaca oleh orang tua sebelum mendongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Dongeng untuk anak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengasah daya pikir dan imajinasi&lt;br /&gt;2. Menanamkan berbagi nilai dan etika&lt;br /&gt;3. Menumbuhkan minat baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang Manfaat Dongeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa disangkal bahwa dongeng memang memiliki daya tarik tersendiri. Di sebagian sisi, terjadi suatu fenomena klise, bahwa anak-anak sebelum tidur kerap minta mendengar dongeng yang dikisahkan oleh ibu, nenek, atau orang dewasa yang berusaha menidurkannya. Meski bisa saja ditafsirkan bahwa dongeng tak selamanya menyenangkan, namun kenyataannya memang dongeng mudah membuat anak tertidur, disamping dongeng disetujui sebagai aktifitas rileks memang memiliki potensi konstruktif untuk mendukung pertumbuhkembangan mental anak. Bercerita atau mendongeng dalam bahasa Inggris disebut storytelling, memiliki banyak manfaat. Manfaat tersebut diantaranya adalah mampu mengembangkan daya pikir dan imajinasi anak, mengembangkan kemampuan berbicara anak, mengembangkan daya sosialisasi anak dan yang terutama adalah sarana komunikasi anak dengan orang tuanya. (Media Indonesia, 2006). Kalangan ahli psikologi menyarankan agar orangtua membiasakan mendongeng untuk mengurangi pengaruh buruk alat permainan modern. Hal itu dipentingkan mengingat interaksi langsung antara anak balita dengan orangtuanya dengan mendongeng sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak menjelang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dari berbagai cara untuk mendidik anak, dongeng merupakan cara yang tak kalah ampuh dan efektif untuk memberikan human touch atau sentuhan manusiawi dan sportifitas bagi anak. Melalui dongeng pula jelajah cakrawala pemikiran anak akan menjadi lebih baik, lebih kritis, dan cerdas. Anak juga bisa memahami hal mana yang perlu ditiru dan yang tidak boleh ditiru. Hal ini akan membantu mereka dalam mengidentifikasikan diri dengan lingkungan sekitar disamping memudahkan mereka menilai dan memposisikan diri di tengah-tengah orang lain. Sebaliknya, anak yang kurang imajinasi bisa berakibat pada pergaulan yang kurang, sulit bersosialisasi atau beradaptasi dengan lingkungan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari setumpuk teori manfaat tersebut, rasanya kita tetap harus berhati-hati. Karena jika kita kurang teliti, cukup banyak dongeng mengandung kisah yang justru rawan menjadi teladan buruk bagi anak-anak. Sebut saja dongeng rakyat tentang Sangkuriang yang secara eksplisit mengisahkan bahwa ibu kandung Sang-kuriang gara-gara bersumpah akan menjadi istri pihak yang mengambil peralatan tenun yang jatuh terpaksa menikah dengan seekor anjing. Tak cukup itu kondisi diperparah oleh kisah bahwa setelah membunuh sang anjing yang notabene adalah ayah kandungnya sendiri Sangkuriang sempat jatuh cinta dalam makna asmara kepada Dayang Sumbi, ibu kandungnya sendiri. Belum terhitung kelicikan Dayang Sumbi membangunkan ayam jago agar berkokok sebelum saat fajar benar-benar tiba, demi mengecoh Sangkuriang agar menduga dirinya gagal memenuhi permintaan Dayang Sumbi yakni merampungkan pembuatan perahu dalam satu malam saja. Karena muatan-muatan pada cerita dongeng harus dipertimbangkan dengan kondisi psikologi yang mungkin deserap oleh sang anak, jangan sampai terjadi kesalahan pemahaman dari dongeng yang dimaksudkan positif malah menjadi negatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-7461456130716580469?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/7461456130716580469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/manfaat-dan-kekuatan-dongeng-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7461456130716580469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7461456130716580469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/manfaat-dan-kekuatan-dongeng-pada.html' title='Manfaat dan Kekuatan Dongeng pada Psikologi Anak'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-5713722669339895980</id><published>2010-08-04T03:10:00.001-07:00</published><updated>2010-08-04T03:10:39.526-07:00</updated><title type='text'>Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya</title><content type='html'>Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.&lt;br /&gt;2. Ketidakstabilan emosi.&lt;br /&gt;3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.&lt;br /&gt;4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.&lt;br /&gt;5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.&lt;br /&gt;6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.&lt;br /&gt;7. Senang bereksperimentasi.&lt;br /&gt;8. Senang bereksplorasi.&lt;br /&gt;9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.&lt;br /&gt;10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan Fisik dan Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine &amp; Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski &amp; Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (&amp; Shaw, 2003; Stice &amp; Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy &amp; Herman, 1999; Thompson et al).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-5713722669339895980?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/5713722669339895980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/psikologi-remaja-karakteristik-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/5713722669339895980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/5713722669339895980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/psikologi-remaja-karakteristik-dan.html' title='Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-5632830394255148847</id><published>2010-08-04T03:05:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T03:07:01.883-07:00</updated><title type='text'>Psikologi Pendidikan dan Guru</title><content type='html'>Secara etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu. Dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jika kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yakni adanya obyek yang dipelajari, maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan obyek psikologi ini, maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni dalam bentuk perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian, psikologi kiranya dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi terbagi ke dalam dua bagian yaitu psikologi umum (general phsychology) yang mengkaji perilaku pada umumnya dan psikologi khusus yang mengkaji perilaku individu dalam situasi khusus, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Psikologi Perkembangan; mengkaji perilaku individu yang berada dalam proses perkembangan mulai dari masa konsepsi sampai dengan akhir hayat.&lt;br /&gt;* Psikologi Kepribadian; mengkaji perilaku individu khusus dilihat dari aspek – aspek kepribadiannya.&lt;br /&gt;* Psikologi Klinis; mengkaji perilaku individu untuk keperluan penyembuhan (klinis)&lt;br /&gt;* Psikologi Abnormal; mengkaji perilaku individu yang tergolong abnormal.&lt;br /&gt;* Psikologi Industri; mengkaji perilaku individu dalam kaitannya dengan dunia industri.&lt;br /&gt;* Psikologi Pendidikan; mengkaji perilaku individu dalam situasi pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping jenis – jenis psikologi yang disebutkan di atas, masih terdapat berbagai jenis psikologi lainnya, bahkan sangat mungkin ke depannya akan semakin terus berkembang, sejalan dengan perkembangan kehidupan yang semakin dinamis dan kompleks.&lt;br /&gt;Psikologi pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena didalamnya telah memiliki kriteria persyaratan suatu ilmu, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ontologis; obyek dari psikologi pendidikan adalah perilaku-perilaku individu yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan, seperti peserta didik, pendidik, administrator, orang tua peserta didik dan masyarakat pendidikan.&lt;br /&gt;* Epistemologis; teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip dan dalil – dalil psikologi pendidikan dihasilkan berdasarkan upaya sistematis melalui berbagai studi longitudinal maupun studi cross sectional, baik secara pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif.&lt;br /&gt;* Aksiologis; manfaat dari psikologi pendidikan terutama sekali berkenaan dengan pencapaian efisiensi dan efektivitas proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Sumbangsih psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar. Kegiatan pendidikan, khususnya pada pendidikan formal, seperti pengembangan kurikulum, Proses Belajar Mengajar, sistem evaluasi, dan layanan Bimbingan dan Konseling merupakan beberapa kegiatan utama dalam pendidikan yang di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang di dalamnya melibatkan banyak orang, diantaranya peserta didik, pendidik, adminsitrator, masyarakat dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka setiap orang yang terlibat dalam pendidikan tersebut seyogyanya dapat memahami tentang perilaku individu sekaligus dapat menunjukkan perilakunya secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya,–terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya–, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa “diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru melalui pertimbangan – pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menciptakan iklim belajar yang kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6, Berinteraksi secara tepat dengan siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menilai hasil pembelajaran yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-5632830394255148847?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/5632830394255148847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/psikologi-pendidikan-dan-guru-hide.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/5632830394255148847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/5632830394255148847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/psikologi-pendidikan-dan-guru-hide.html' title='Psikologi Pendidikan dan Guru'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-2468857322917903876</id><published>2010-08-04T03:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T03:02:29.530-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Peserta Didik dalam Menghadapi Kreativitas Anak</title><content type='html'>Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas diperlukan manajemen pendidikan yang dapat memobilisasi segala sumber daya pendidikan. Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya. Fakta-fakta dilapangan ditemukan sistem pengelolaan anak didik masih menggunakan cara-cara konvensional dan lebih menekankan pengembangan kecerdasan dalam arti yang sempit dan kurang memberi perhatian kepada pengembangan bakat kreatif peserta didik. Padahal Kreativitas disamping bermanfaat untuk pengembangan diri anak didik juga merupakan kebutuhan akan perwujudan diri sebagai salah satu kebutuhan paling tinggi bagi manusia. Kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan, menilai dan meguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubahnya dan mengujinya lagi sampai pada akhirnya menyampaikan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya kreativitas yang diimplementasiakan dalam sistem pembelajaran, peserta didik nantinya diharapkan dapat menemukan ide-ide yang berbeda dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehingga ide-ide kaya yang progresif dan divergen pada nantinya dapat bersaing dalam kompetisi global yang selalu berubah. Perkembangan anak didik yang baik adalah perubahan kualitas yang seimbang baik fisik maupun mental. Tidak ada satu aspek perkembangan dalam diri anak didik yang dinilai lebih penting dari yang lainnya. Oleh karena itu, teori kecerdasan majemuk yang dikembangkan oleh psikolog asal Amerika Serikat, Gardner dinilai dapat memenuhi kecenderungan perkembangan anak didik yang bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan pendidikan saat ini harus diupayakan untuk memberikan pelayanan khusus kepada peserta didik yang mempunyai kreativitas dan juga keberbakatan yang berbeda agar tujuan pendidikan dapat diarahkan menjadi lebih baik. Muhibbin Syah menjelaskan bahwa akar kata dari pendidikan adalah “didik” atau “mendidik” yang secara harfiah diartikan memelihara dan memberi latihan. Sedangkan “pendidikan”, merupakan tahapan-tahapan kegiatan mengubah sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang melalui upaya pelatihan dan pengajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan tidak dapat lepas dari pengajaran. Kegiatan dari pengajaran ini melibatkan peserta didik sebagai penerima bahan ajar dengan maksud akhir dari semua hal ini sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang no. 20 tentang sisdiknas tahun 2003; agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendidikan, peserta didik merupakan titik fokus yang strategis karena kepadanyalah bahan ajar melalui sebuah proses pengajaran diberikan. Sebagai seorang manusia menjadi sebuah aksioma bahwa peserta didik mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, mereka unik dengan seluruh potensi dan kapasitas yang ada pada diri mereka dan keunikan ini tidak dapat diseragamkan dengan satu aturan yang sama antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain, para pendidik dan lembaga sekolah harus menghargai perbedaan yang ada pada diri mereka. Keunikan yang terjadi pada peserta didik memang menimbulkan satu permasalahan tersendiri yang harus diketahui dan dipecahkan sehingga pengelolaan murid (peserta didik) dalam satu kerangka kerja yang terpadu mutlak diperhatikan, terutama pertimbangan pada pengembangan kreativitas, hal ini harus menjadi titik perhatian karena sistem pendidikan memang masih diakui lebih menekankan pengembangan kecerdasan dalam arti yang sempit dan kurang memberikan perhatian kepada pengembangan kreatif peserta didik. Hal ini terjadi dari konsep kreativitas yang masih kurang dipahami secara holistic, juga filsafat pendidikan yang sejak zaman penjajahan bermazhabkan azas tunggal seragam dan berorientasi pada kepentingan-kepentingan, sehingga pada akhirnya berdampak pada cara mengasuh, mendidik dan mengelola pembelajaran peserta didik. Kebutuhan akan kreativitas tampak dan dirasakan pada semua kegiatan manusia. Perkembangan akhir dari kreativitas akan terkait dengan empat aspek, yaitu: aspek pribadi, pendorong, proses dan produk. Kreativitas akan muncul dari interaksi yang unik dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan mengujinya. Proses kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan (motivasi intristik) maupun dorongan eksternal. Motivasi intrinstik ini adalah intelegensi, memang secara historis kretivitas dan keberbakatan diartikan sebagai mempunyai intelegensi yang tinggi, dan tes intellejensi tradisional merupakan ciri utama untuk mengidentifikasikan anak berbakat intelektual tetapi pada akhirnya hal inipun menjadi masalah karena apabila kreativitas dan keberbakatan dilihat dari perspektif intelejensi berbagai talenta khusus yang ada pada peserta didik kurang diperhatikan yang akhirnya melestarikan dan mengembang biakkan Pendidikan tradisional konvensional yang berorientasi dan sangat menghargai kecerdasan linguistik dan logika matematik. Padahal, Teori psikologi pendidikan terbaru yang menghasilkan revolusi paradigma pemikiran tentang konsep kecerdasan diajukan oleh Prof. Gardner yang mengidentifikasikan bahwa dalam diri setiap anak apabila dirinya terlahir dengan otak yang normal dalam arti tidak ada kerusakan pada susunan syarafnya, maka setidaknya terdapat delapan macam kecerdasan yang dimiliki oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara dalam memecahkan masalah ini adalah pengelolaan pelayanan khusus bagi anak-anak yang punya bakat dan kreativitas yang tinggi, hal ini memang telah diamanatkan pemerintah dalam undang-undang No.20 tentang sistem pendidikan nasional 2003, perundangan itu berbunyi ” warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus”. Pengertian dari pendidikan khusus disini merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan-pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pada akhirnya memang diperlukan adanya suatu usaha rasional dalam mengatur persoalan-persoalan yang timbul dari peserta didik karena itu adanya suatu manajemen peserta didik merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Siswa berbakat di dalam kelas mungkin sudah menguasai materi pokok bahasan sebelum diberikan. Mereka memiliki kemampuan untuk belajar keterampilan dan konsep pembelajaran yang lebih maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menunjang kemajuan peserta didik diperlukan modifikasi kurikulum. Kurikulum secara umum mencakup semua pengalaman yang diperoleh peserta didik di sekolah, di rumah, dan di dalam masyarakat dan yang membantunya mewujudkan potensi-potensi dirinya. Jika kurikulum umum bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pendidikan pada umumnya, maka saat ini haruslah diupayakan penyelenggaraan kurikulum yang berdiferensi untuk memberikan pelayanan terhadap perbedaan dalam minat dan kemampuan peserta didik. Dalam melakukan kurikulum yang berbeda terhadap peserta didik yang mempunyai potensi keberbakatan yang tinggi, guru dapat merencanakan dan menyiapkan materi yang lebih kompleks, menyiapkan bahan ajar yang berbeda, atau mencari penempatan alternatif bagi siswa. Sehingga setiap peserta didik dapat belajar menurut kecepatannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam paradigma berpikir masyarakat Indonesia tentang kreativitas, cukup banyak orangtua dan guru yang mempunyai pandangan bahwa kreativitas itu memerlukan iklim keterbukaan dan kebebasan, sehingga menimbulkan konflik dalam pembelajaran atau pengelolaan pendidikan, karena bertentangan dengan disiplin. Cara pandang ini sangatlah tidak tepat. Kreativitas justru menuntut disiplin agar dapat diwujudkan menjadi produk yang nyata dan bermakna. Displin disini terdiri dari disiplin dalam suatu bidang ilmu tertentu karena bagaimanapun kreativitas seseorang selalu terkait dengan bidang atau domain tertentu, dan kreativitas juga menuntut sikap disiplin internal untuk tidak hanya mempunyai gagasan tetapi juga dapat sampai pada tahap mengembangkan dan memperinci suatu gagasan atau tanggungjawab sampai tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi dalam era yang semakin mengglobal. Tetapi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia saat ini belum mempersiapkan para peserta didik dengan kemampuan berpikir dan sikap kreatif yang sangat menentukan keberhasilan mereka dalam memecahkan masalah. Kebutuhan akan kreativitas dalam penyelenggaraan pendidikan dewasa ini dirasakan merupakan kebutuhan setiap peserta didik. Dalam masa pembangunan dan era yang semakin mengglobal dan penuh persaingan ini setiap individu dituntut untuk mempersiapkan mentalnya agar mampu menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Oleh karena itu, pengembangan potensi kreatif yang pada dasarnya ada pada setiap manusia terlebih pada mereka yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa perlu dimulai sejak usia dini, Baik itu untuk perwujudan diri secara pribadi maupun untuk kelangsungan kemajuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan bakat dan kreativitas haruslah bertolak dari karakteristik keberbakatan dan juga kreativitas yang perlu dioptimalkan pada peserta didik yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Motivasi internal ditumbuhkan dengan memperhatikan bakat dan kreativitas individu serta menciptakan iklim yang menjamin kebebasan psikologis untuk ungkapan kreatif peserta didik di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Merupakan suatu tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia untuk dapat membina serta mengembangkan secara optimal bakat, minat, dan kemampuan setiap peserta didik sehingga dapat mewujudkan potensi diri sepenuhnya agar nantinya dapat memberikan sumbangan yang bermakna bagi pembangunan masyarakat dan negara. Teknik kreatif ataupun taksonomi belajar pada saat ini haruslah berfokus pada pengembangan bakat dan kreativitas yang diterapkan secara terpadu dan berkesinambungan pada semua mata pelajaran sesuai dengan konsep kurikulum berdiferensi untuk siswa berbakat. Dengan demikian diharapkan nantinya akan dihasilkan produk-produk dari kreativitas itu sendiri dalam bidang sains, teknologi, olahraga, seni dan budaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-2468857322917903876?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/2468857322917903876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/manajemen-peserta-didik-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/2468857322917903876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/2468857322917903876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/manajemen-peserta-didik-dalam.html' title='Manajemen Peserta Didik dalam Menghadapi Kreativitas Anak'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-6017280157589282018</id><published>2010-08-04T02:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T02:56:15.196-07:00</updated><title type='text'>Meningkatkan Kecerdasan Anak Sejak Dini</title><content type='html'>Pertanyaan yang selalu terbersit dalam benak orangtua adalah bagaimana caranya untuk meningkatkan kecerdasan anak sejak dini??? Semua orangtua ingin anaknya menjadi manusia yang unggul baik dari sisi kecerdasan intelektual, emosional maupun spiritual. Namun, terkadang orangtua lebih banyak menekankan kecerdasan merupakan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang berbau akademis.&lt;br /&gt;Misalnya anaknya menjadi juara di kelas, pintar matematika, lancar dalam berbicara bahasa asing. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun terkadang hal itu membuat beban tersendiri baik bagi anak maupun bagi orangtua.&lt;br /&gt;Banyak orang masih terbatas dengan konsep kecerdasan. Cerdas tidak hanya berkaitan dengan pintar dalam hal akademik saja. Salah satu tokoh pendidikan dan psikologi mengemukakan konsep multiple intelligence (kecerdasan majemuk). Ia mengemukakan bahwa kecerdasan meliputi beberapa bidang antara lain:&lt;br /&gt;1. Kecerdasan Linguistik&lt;br /&gt;• Komponen Inti: kepekaan pada bunyi, struktur, makna, fungsi kata dan bahasa&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, berdebat, berbicara, memberitahu, menginformasikan, memberikan perintah, mengungkapkan dengan kata-kata, berbicara dengan bahasa asing, menafsirkan, menerjeahkan, mengajar, berceramah, berdiskusi, berdebat, mendengarkan (kata-kata), menyalin, mengoreksi, menyunting, mengolah kata, mengarsipkan, melaporkan.&lt;br /&gt;• Pilihan pekerjaan: seorang penulis, wartawan, orator, ahli politik, penyiar radio, presenter, guru, pengacara.&lt;br /&gt;• Tokoh yang cerdas bahasa: Agatha Christie, JK Rowling&lt;br /&gt;2. Kecerdasan Logis-Matematis&lt;br /&gt;• Komponen inti: kepekaan pada memahami pola-pola logis atau numeris, dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang.&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar, berpikir logis, memecahkan masalah, merancang keuangan, menyusun anggaran, melakukan penelitian ekonomi, membuat hipotesis, membuat estimasi, membukukan, mengkalkulasi, menggunakan statistik, mengaudit, membuat teori, menganalisis, menngelompokkan, mengurutkan.&lt;br /&gt;• Pilihan pekerjaan: menjadi ilmuwan, ahli matematika, ahli fisika, pengacara, psikiater, psikolog, akuntan, programmer.&lt;br /&gt;• Tokoh yang cerdas logika-matematika: Albert Einstein&lt;br /&gt;3. Kecerdasan Spasial&lt;br /&gt;• Komponen inti: kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat.&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, mendisain, melukis, memvisualisasikan, membuat presentasi visual, membayangkan, mengilustrasikan, mewarnai, membuat draft, membuat grafik, membuat peta, menghias, membuat film.&lt;br /&gt;• Pilihan pekerjaan: menjadi seniman, arsitek, ahli strategi, pecatur, desainer, sutradara, fotografer, montir profesional.&lt;br /&gt;• Tokoh cerdas gambar: Leonardo da Vinci&lt;br /&gt;4. Kecerdasan Musikal&lt;br /&gt;• Komponen inti: kepekaan dan kemampuan menciptakan dan mengapresiasikan irama, pola titi nada dan warna nada serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musikal.&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, membentuk irama, mendengarkan nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik&lt;br /&gt;• Pilihan pekerjaan: menjadi komposer, penyanyi, pencipta lagu, pemain musik&lt;br /&gt;• Tokoh yang cerdas musik: Ludwig van Beethoven&lt;br /&gt;5. Kecerdasan Kinestetik&lt;br /&gt;• Komponen inti: kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengolah objek, respon dan refleks&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan kemampuan gerak motorik dan keseimbangan&lt;br /&gt;• Pilihan pekerjaan: menjadi olahragawan, penari, pematung, aktor, dokter bedah&lt;br /&gt;• Tokoh cerdas gerak: Maradona&lt;br /&gt;6. Kecerdasan Interpersonal&lt;br /&gt;• Komponen inti: kepekaan mencerna dan merespon secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain.&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memipin, kepekaan sosial yang tinggi, negosiasi, bekerja sama, mempunyai empati yang tinggi.&lt;br /&gt;• Pilihan pekerjaan: menjadi konselor, politikus, pemimpin, motivator&lt;br /&gt;• Tokoh cerdas bergaul: Winston Churchill&lt;br /&gt;7. Kecerdasan Intrapersonal&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan kemampuan memutuskan, bekerja sendiri, mempromosikan diri, menetapkan tujuan, menyusun sasaran, berinisiatif, mengevaluasi, menaksiri/menilai, merencanakan, mengorganisasikan, melihat kesempatan, berinstrospeksi, memahami diri.&lt;br /&gt;8. Kecerdasan Natural (Alam)&lt;br /&gt;• Komponen inti: keahlian, membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun nonformal&lt;br /&gt;• Berkaitan dengan kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasi, identifikasi&lt;br /&gt;• Pilihan pekerjaan: penelti alam, ahli biologi, dokter hewan, aktivis peduli binatang dan lingkungan&lt;br /&gt;• Tokoh yang cerdas alam: Louis Pasteur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari teori Gardner bahwa kecerdasan itu terdiri dari berbagai jenis bidang, sehingga penting bagi orangtua untuk mengenali sejak dini apa sih kelebihan dan kekurangan putra-putri ibu. Tugas sebagai orangtua adalah memfasilitasi anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan kelebihan yang dimilikinya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-6017280157589282018?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/6017280157589282018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/meningkatkan-kecerdasan-anak-sejak-dini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/6017280157589282018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/6017280157589282018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/08/meningkatkan-kecerdasan-anak-sejak-dini.html' title='Meningkatkan Kecerdasan Anak Sejak Dini'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-9099188909629278128</id><published>2010-07-16T08:45:00.000-07:00</published><updated>2010-07-16T08:46:37.034-07:00</updated><title type='text'>Libero dalam Permainan Bola Volley</title><content type='html'>Sejak pertamakali libero diperkenalkan pada permainan bolavoli tahun 1997, banyak reaksi yang muncul ada yang setuju dan ada yang tidak. Masing-masing kelompok mengajukan berbagai macam argumentasi mulai dari yang irasional maupun yang rasional. Bagi yang alergi perubahan dan hanya mengedapankan pada sikap emosional, kehadiran libero dipandang sebagai sesuatu bentuk kegagalan dalam pembinaan yang tidak dapat memberikan seluruh dasar-dasar teknik kepada setiap pemain sampai pada&lt;br /&gt;tingkat mahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi kelompok yang selalu menginginkan adanya inovasi,&lt;br /&gt;kehadiran libero dalam permainan bolavoli merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu&lt;br /&gt;agar permainan menjadi lebih menarik dan lebih dapat memainkan emosi bagi para&lt;br /&gt;penonton karena penonton disuguhi permainan tingkat tinggi dengan waktu reli yang&lt;br /&gt;relatip lebih lama. Tanpa perlu mendukung yang kontra maupun pro, sejak keberadaan&lt;br /&gt;pemain libero diatur dalam peraturan resmi FIVB tahun 2001 – 2004 pada bab 6&lt;br /&gt;pasal 20 ayat 1, 2 dan 3, mau tidak mau, suka tidak suka, komunitas bolavoli di seluruh dunia harus menerima dan menjalankannya.&lt;br /&gt;Penggunaan libero secara resmi pada kompetisi yang diselenggarakan oleh&lt;br /&gt;PP PBVSI adalah ketika livoli di gelar untuk yang pertamakalinya tahun 1999. Sedangkan untuk tim nasional pertama kali menerapkan libero pada kejuaraan Asia Pasific di Fukuoka tahun 1999 yang dilanjutkan di Tehran,Iran pada Kejuaraan Asia. Sedangkan pada tahun 1998 pada Asian Games di Thailand Indonesia merupakan satu-satunya peserta yang belum menggunakan libero. Namun demikian mulai sejak diperkenalkan hingga saat ini, fungsi&lt;br /&gt;libero dalam setiap kejuaraan yang dilangsungkan di Indonesia (kecuali&lt;br /&gt;pada Proliga dan Livoli) belum seperti yang diharapkan. Hal ini terbukti dengan sering dijumpainya pemain yang ditunjuk sebagai libero merupakan pemain yang memiliki kualitas teknik paling rendah dibandingkan dengan keseluruhan anggota tim. Dengan demikian kehadirian libero di dalam tim itu hanya sebagai pelengkap atau pemanis sehingga tidak pernah difungsikan atau dimainkan ketika timnya sedang bertanding. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelatih dan seluruh komponen pada tim itu belum sepenuhnya mengerti dan memahami akan makna serta fungsi kehadiran libero dalam sebuah tim.&lt;br /&gt;Ketika bolavoli berubah dari aktivitas olahraga rekreatif menjadi olahraga kompetitif, semua orang menyadari bahwa serangan dalam&lt;br /&gt;permainan bolavoli lebih dominan dibandingkan dengan pertahanan. Untuk itu diperlukan usaha-usaha agar dominasi serangan dapat diseimbangkan dengan pertahanan, caranya adalah dengan mengubah peralatan dan&lt;br /&gt;peraturan permainan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pertahanan sehingga permainan akan menjadi lebih menarik. Namun demikian usaha untuk meningkatkan pertahanan dalam pelaksanaan perkembangannya akan selalu tertinggal dibandingkan dengan tingkat kemajuan pada penyerangan. &lt;br /&gt;Hal ini disebabkan serangan merupakan salah satu teknik yang paling menarik dalam permainan bolavoli. Sehingga pelatih dan atlet akan selalu berusaha untuk mengembangkan teknik serangan dengan tanpa didasari adanya rasa bosan dalam melakukannya. Disamping itu tingkat perkembangan serangan akan berjalan linier terhadap peningkatan kualitas biomotor atlet akibat meningkatnya kualitas latihan beban (weight training).&lt;br /&gt;Penggunaan pemain libero yang berfungsi sebagai pemain bertahan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pertahanan baik pada saat menerima servis maupun pada saat bertahan terhadap smes yang dilakukan oleh lawan. Pada bab enam pasal 20.3.1.2. dijelaskan bahwa peran pemain libero terbatas sebagai pemain baris belakang dan tidak diizinkan untuk melakukan serangan dari manapun termasuk di lapangan permainan dan daerah bebas, jika pada saat kontak dengan bola, seluruh ketinggian bola lebih tinggi dari permukaaan net. Disamping itu pada pasal 20.3.1.3. dijelaskan pemain libero tidak diperkenankan untuk serve, blok, atau mencoba untuk memblok. Sedangkan pada pasal 20.3.1.4. mengatur bagaimana pemain lain tidak diperkenankan untuk melakukan pukulan serang di atas net bila bola berasal dari pass atas pemain libero di daerah serang.&lt;br /&gt;Bola dapat dengan bebas diserang, jika libero melakukan tindakan yang sama dari belakang daerah serang. Dari peraturan-peraturan&lt;br /&gt;tersebut menunjukkan bahwa peran pemain libero memang disetting sebagai pemain&lt;br /&gt;bertahan atau dengan kata lain untuk meningkatkan pertahanan. Dengan meningkatnya pertahanan, persentase serangan juga akan menjadi meningkat dan kombinasi serangan akan menjadi lebih beragam. Pada permainan bolavoli modern, dimana servis banyak dilakukan dengan cara melompat atau hampir menyerupai dengan teknik smes, maka lintasan bola akan sangat dipengaruhi oleh kerasnya pukulan dan cepatnya putaran bola. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa untuk mencari receiver terbaik dalam sebuah kejuaraan lebih sulit dibandingkan mencari smasher terbaik. Mengingat teknik pasing sangat mengandalkan ketepatan penempatan posisi badan terhadap bola dan tingginya rasa gerak, maka diperlukan pemain yang memiliki keterampilan untuk memainkan bola tersebut. Keuntungan lain dengan menggunakan libero adalah bahwa pergantian yang dilakukan tidak tercatat secara resmi sebagai pergantian. Libero bebas menggantikan siapa saja dan kapan saja dengan catatan diantara pergantian tersebut minimal harus diselang dengan satu kali reli. Oleh karena itu merupakan kerugian yang sangat besar bila ada tim yang tidak mengoptimalkan libero dalam setiap pertandingan yang dilakukan. Selama pelaksanaan proliga belum pernah ada kasus-kasus spesifik yang menyangkut libero. Namun demikian bila libero sewaktu dalam pertandingan mengalami cedera. pelatih dapat menunjuk pemain lain untuk menjadi libero pada sisa pertandingan tersebut dan libero yang cedera tidak dapat masuk kembali untuk bermain pada sisa pertandingan itu. &lt;br /&gt;Dari sedikit uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa libero dalam permainan bolavoli diperlukan agar efektivitas pertahanan menjadi lebih meningkat, sehingga pertandingan akan menjadi lebih menarik karena meningkatnya jumlah reli dan pada akhirnya penonton mau berduyun-duyun ke tempat-tempat pertandingan bolavoli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-9099188909629278128?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/9099188909629278128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/07/libero-dalam-permainan-bola-volley.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/9099188909629278128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/9099188909629278128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/07/libero-dalam-permainan-bola-volley.html' title='Libero dalam Permainan Bola Volley'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-6608118950867617944</id><published>2010-07-16T08:26:00.000-07:00</published><updated>2010-07-16T08:29:52.855-07:00</updated><title type='text'>TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET</title><content type='html'>A. PASSING DAN CATCHING&lt;br /&gt;Istilah mengoper/melempar/mengumpan selalu berhubungan dengan menangkap (catching) atau menerima bola. Operan pada umumnya dilakukan dengan 2 bahkan 1 tangan serta harus cepat, tepat dan keras, tetapi tidak liar sehingga dapat dikuasai oleh kawan yang menerimanya. Namun mengoper tidaklah semudah orang menduga. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengoper bola antara lain :&lt;br /&gt;Arah bola ke sasaran harus terhindar dari serobotan ( intercept) lawan.&lt;br /&gt;Timing harus tepat&lt;br /&gt;Perasaan (feeling)&lt;br /&gt;Hindari lemparan menyilang&lt;br /&gt;Untuk dapat melakukan operan dengan baik harus dapat menguasai macam-macam teknik dasar melempar dan menangkap bola dengan baik. Teknik dasar melempar bola tersebut al :&lt;br /&gt;Chest Pass ( Operan dada)&lt;br /&gt;Bounce Pass ( Operan pantulan)&lt;br /&gt;Over Head Pass ( Operan dari atas kepala)&lt;br /&gt;Baseball Pass ( operan jarak jauh ( fast break)&lt;br /&gt;Biasanya untuk pemain pemula yang diberikan ada 3 macam passing seperti yang diatas, sedangkan untuk baseball pass biasanya diberikan setelah mereka dapat melakukan gerakan yang lain dengan baik.&lt;br /&gt;B. DRIBBLING&lt;br /&gt;Menggiring bola adalah cara untuk membawa bola ke segala arah dengan lebih dari satu langkah asal bola sambil dipantulkan dan merupakan suatu usaha untuk mengamankan bola dari rampasan lawan sebab dengan demikian ia dapat bergerak menjauhkan lawan sambil memantulkan bola kemana ia tuju. Ada beberapa cara menggiring bola al :&lt;br /&gt;Menggiring bola rendah ( untuk control bola).&lt;br /&gt;Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan).&lt;br /&gt;Menggiring campuran&lt;br /&gt;Menggiring bola ini dilatih dari hal yang mudah yaitu dengan sikap ditempat atau berhenti kemudian berjalan dan terakhir baru berlari setelah agak mahir baru kemudian diberikan latihan dengan rintangan untuk lebih mempersulit dribbling/menggiring bola.&lt;br /&gt;C. SHOOTING&lt;br /&gt;Menembak adalah sasaran akhir setiap bermain, juga termasuk unsure yang menentukan kemenangan dalam pertandingan sebab kemenangan ditentukan oleh banyaknya bola yang masuk dalam keranjang (basket) setiap serangan selalu berusaha untuk dapat melakukan tembakan. Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama dengan teknik operan disamping itu juga tepat tidaknya mekanika gerakan dalam menembak menentukan baik buruknya tembakan.&lt;br /&gt;Shooting atau menembak ini harus dilakukan sesering mungkin untuk melatih anak merasakan gerakannya dengan benar serta dapat terlatih ketepatannya. Untuk para atlit yunior biasanya penekanan latihan pada dua macam cara dalam melakukan shooting atau menembaknya antara lain :&lt;br /&gt;One Hand Shoot (Tembakan satu tangan).&lt;br /&gt;Two Hand Shoot (Tembakan dua tangan).&lt;br /&gt;D. PIVOT&lt;br /&gt;Teknik ini diperlukan untuk mengatasi peraturan tentang diperkenankannya seorang pemain yang memegang bola sambil jalan atau lari. Bahkan seorang pemain yang memegang bola tidak boleh melangkah lebih dari satu langkah tanpa memantulkan bola. Untuk menghindari bola dari sergapan lawan maka ia diperbolehkan melakukan pivot. Garakan berporos (pivot) adalah suatu usaha mengubah arah hadap badan kesegala arah dengan satu kaki tetap sebagai poros (tumpuan). Kaki poros tidak boleh terangkat atau tergeser dari tempatnya, sementara kaki yang lain boleh bergerak atau melangkah kesegala arah, khususnya pada saat memegang bola, sebab dipergunakan agar bola dapat dijauhkan dari jangkauan lawan.&lt;br /&gt;Pivot dapat berbentuk al :&lt;br /&gt;In Front Pivot (front turn).&lt;br /&gt;Reverse Pivot (reverse turn).&lt;br /&gt;E. REBOUND&lt;br /&gt;Merayah bola merupakan teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain, hal ini dapat dimaklumi sebab kemenangan dalam merayah bola merupakan suatu kesempatan untuk melakukan serangan berikutnya. Merayah bola (rebound) merupakan suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang datangnya memantul dari papan pantul atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak berhasil. Beberapa ahli mengatakan “ Kalau tidak dapat memenangkan bola rebound maka tim anda tak akan bias menang “, hal ini dapat dibenarkan sebab memenangkan rebound berarti kita mempunyai kesempatan lagi untuk menembak.&lt;br /&gt;Teknik merayah bola (rebound) dibagi menjadi dua yaitu :&lt;br /&gt;Defensive Rebound (merayah bola pada saat bertahan).&lt;br /&gt;Offensive Rebound (merayah bola pada saat menyerang).&lt;br /&gt;Rebound atau merayah bola dilakukan sesering mungkin karena memerlukan ketepatan waktu (timing) yang baik. Sebaiknya saat masih yunior diberikan sehingga para pemain sudah dapat merasakan gerakan dengan baik dan mempunyai ketepatan waktu (timing) dan menutup lawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-6608118950867617944?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/6608118950867617944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/07/teknik-dasar-permainan-bola-basket.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/6608118950867617944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/6608118950867617944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/07/teknik-dasar-permainan-bola-basket.html' title='TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-8497290905913730076</id><published>2010-06-18T08:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T11:08:00.278-07:00</updated><title type='text'>makalah tes dan pengukuran (TKJI)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;                                         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;                BABI&lt;br /&gt;                                       PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada kehidupan manusia pasti akan dihadapkan dengan beberapa masalah yang ada, sangat kompleks sekali masalah demi masalah yang muncul. Dengan segenap kemampuan yang dimiliki manusia, manusia akan selalu berusaha untuk menyelesaikan semua masalah-masalah itu. Tetapi terkadang seseorang akan lupa terhadap apa yang terjadi pada dirinya sendiri, lebih-lebih pada masalah fisik, yaitu tentang kesegaran jasmani. Banyak dari mereka yang sibuk, akan lupa terhadap kesehatan dan kestabilan kesegaran jasmaninya.&lt;br /&gt;Kesegaran jasmani seseorang adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, untuk dapat mencapai kondisi kesegaran jasmani yang prima seseorang perlu melakukan latihan fisik yang melibatkan beberapa komponen kesegaran jasmani dengan metode latihan yang benar.&lt;br /&gt;Semakin tinggi tingkat kesegaran jasmani seseorang, semakin besar kemampuan fisiknya dan produktifitas kerjanya, khususnya dalam bidang olahraga. Bagi guru pendidikan jasmani ataupun pelatih, sangat penting mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kesegaran jasmani siswa atau atlet untuk mengembangkan prestasi. Selain itu para Guru atu Pelatih akan membutuhkan sesuatu yang dinamakan demngan evaluasi. Yang bertujuan untuk mengoreksi dan mengetahui seberapa tingkat dan perkembangan setelah melakukan beberapa tahap latihan. Sebagai Pelatih dan Guru olahraga, yang bertanggung jawab atas prestasi anak asuhannya. Perlu melengkapi dirinya dengan pengetahuan tentang cara-cara mengukur dan menilai status kondisi fisik tersebut. Dan statrus kondisi fisik seseorang hanya mungkin diketahui dengan pengukuran dan penilaian yang berbentuk beberapa tes kemampuan.&lt;br /&gt;Cara evaluasi yang tepat yang harus dilakukan yaitu dengan cara Tes dan Pengukuran terhadap atlet ataupun siswa. Tes dan pengukuran dapat dilakukan dengan beberapa cara dan tahap yang mempunyai manfaat dan tujan dilakukannya tes tersebut. Dan tes tersebut dibagi menjadi bebrapa komponen kondisi fisik serta beberapa jenis tes yan sudah dikelompokan.&lt;br /&gt;Dengan melakukan tes dan pengukuran ini kita dapat mengambil beberapa manfaat, diantaranya kita dapat mengevaluasi tahap latihan yang telah dilakukan, dengan hal itu kita dapat mengetahui seberapa perkembangan kondisi fisik seseorang, selain kita bisa mengembangkan prestasi atlet, kita juga bisa menjadikan ini sebagai bahan perbaikan dalam pemebelajaran atau pelatihan. Kita juga dapat termotivasi oleh hasil yang diambil dalam tes dan pengukuran ini, atau bahkan kita dapat menggunakan data ini untuk bahan sebuah penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;1. Apa Pengertian Tes Kesegaran Jasmani Indonesia?&lt;br /&gt;2. Apa saja komponen Tes Kesegaran Jasmani Indonesia?&lt;br /&gt;3. Bagaimana prosedur masing-masing komponen TKJI?&lt;br /&gt;4. Bagai mana prosedur tes kesegaran jasmani untuk usia 13-15 tahun ( siswa SMP) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Pembahasan&lt;br /&gt;1. Untuk menjelaskan Pengertian Tes Kesegaran Jasmani Indonesia&lt;br /&gt;2. Untuk menjelaskan Komponen Tes Kesegaran Jasmani Indonesia &lt;br /&gt;   3. Untuk menjelaskan bagaimana prosedur masing-masing komponen TKJI&lt;br /&gt;   4. Untuk menjelaskan prosedur tes kesegaran jasmani untuk usia 13-15 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Manfaat Pembahasan&lt;br /&gt;1. Agar kita tahu tentang Pengertian Tes dan Pengukuran Olahraga &lt;br /&gt;2. Agar kita tahu tentang Komponen Kondisi Fisik &lt;br /&gt;3. Agar kita tahu tentang Macam-macam tes &lt;br /&gt;4. Agar kita tahu tentang Bagaimana Prosedur Masing-Masing Jenis Tes&lt;br /&gt;5. Agar kita tahu tentang beberapa Tes yang ada Dalam Cabang Olahraga Sepak Bola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lokakarya kesegaran jasmani yang dilaksanakan pada tahun 1984 “ Tes Kesegaran Jasmani Indonesia “ (TKJI) telah disepakati dan ditetapkan menjadi instrumen / alat tes yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia karena TKJI disusun dan disesuaikan dengan kondisi anak Indonesia. TKJI dibagi dalam 4 kelompok usia, yaitu : 6-9 tahun, 10-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-19 tahun. Akan tetapi pada handout ini akan dibahas TKJI pada kelompok usia 13-15 tahun dan 16-19 tahun. &lt;br /&gt;Sebelum terjun ke sekolah-sekolah untuk melaksanakan tugas matakuliah Tes dan Pengukuran Penjas dengan  melakukan tes kesegaran jasmani pada siswa-siswi, maka diharapkan mahasiswa dapat memahami dengan baik peraturan dan tata cara pelaksanaan TKJI sehingga diharapkan hasil tes yang diperoleh adalah benar dan dapat dipercaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Rangkaian Tes&lt;br /&gt; Tes kesegaran jasmani Indonesia terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Untuk putra terdiri dari :&lt;br /&gt;a. lari 50 meter (13-15 tahun) / lari 60 meter (16-19 tahun)&lt;br /&gt;b. gantung angkat tubuh (pull up) selama 60 detik&lt;br /&gt;c. baring duduk (sit up) selama 60 detik&lt;br /&gt;d. loncat tegak (vertical jump)&lt;br /&gt;e. lari 1000 meter (usia 13-15 tahun) / lari 1200 (usia 16-19 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk putri terdiri dari :&lt;br /&gt;a. lari 50 meter (13-15 tahun) / lari 60 meter (16-19 tahun)&lt;br /&gt;b. gantung siku tekuk ( tahan pull up) selama 60 detik&lt;br /&gt;c. baring duduk (sit up) selama 60 detik&lt;br /&gt;d. loncat tegak (vertical jump)&lt;br /&gt;e. lari 800 meter (usia 13-15 tahun) / lari 1000 (usia 16-19 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kegunaan Tes&lt;br /&gt; Tes kesegaran jasmani Indonesia digunakan untuk mengukur dan menentukan tingkat kesegaran jasmani remaja (sesuai kelompok usia masing-masing).&lt;br /&gt;C. Alat dan Fasilitas&lt;br /&gt; 1.  Lintasan lari / lapangan yang datar dan tidak licin&lt;br /&gt; 2.  Stopwatch&lt;br /&gt; 3.  Bendera start&lt;br /&gt; 4.  Tiang pancang&lt;br /&gt; 5.  Nomor dada&lt;br /&gt; 6.  Palang tunggal untuk gantung siku&lt;br /&gt; 7.  Papan berskala untuk papan loncat&lt;br /&gt; 8.  Serbuk kapur&lt;br /&gt; 9.  Penghapus&lt;br /&gt; 10. Formulir tes&lt;br /&gt; 11. Peluit&lt;br /&gt; 12. Alat tulis dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Ketentuan Tes&lt;br /&gt; TKJI merupakan satu rangkaian tes, oleh karena itu semua butir tes harus dilaksanakan secara berurutan, terus- menerus dan tidak terputus dengan memperhatikan kecepatan perpindahan butir tes ke butir tes berikutnya dalam 3 menit. Perlu dipahami bahwa butir tes dalam TKJI bersifat baku dan tidak boleh dibolak-balik , dengan urutan pelaksanaan tes sebagai berikut :&lt;br /&gt; Pertama : Lari 50 meter (usia 13-15 tahun) / 60 meter (usia 16-19 tahun)&lt;br /&gt; Kedua : - gantung angkat tubuh untuk putra (pull up)&lt;br /&gt;- gantung siku tekuk untuk putri (tahan pull up)&lt;br /&gt; Ketiga : Baring duduk (sit up)&lt;br /&gt; Keempat : Loncat tegak (vertical jump)&lt;br /&gt; Kelima : - Lari 1000 meter (usia 13-15 tahun) / 1200 meter (usia 16-19 tahun)&lt;br /&gt;- Lari 800 meter (usia 13-15 tahun) / 1000 meter (usia 16-19 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.  Petunjuk Umum&lt;br /&gt; 1. Peserta&lt;br /&gt; a. Dalam kondisi sehat dan siap untuk melaksanakan tes&lt;br /&gt; b. Diharapkan sudah makan maksimal 2 jam sebelum tes&lt;br /&gt; c. Memakai sepatu dan pakaian olahraga&lt;br /&gt; d. Melakukan pemanasan (warming up) &lt;br /&gt; e. Memahami tata cara pelaksanaan tes&lt;br /&gt; f. Jika tidak dapat melaksanakan salah satu / lebih dari tes maka tidak mendapatkan nilai / gagal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2. Petugas&lt;br /&gt;  a. Mengarahkan peserta untuk melakukan pemanasan (warming up)&lt;br /&gt;  b. Memberikan nomor dada yang jelas dan mudah dilihat petugas&lt;br /&gt;c. Memberikan pengarahan kepada peserta tentang petunjuk pelaksanaaan tes dan mengijinkan mereka untuk mencoba gerakan-gerakan tersebut.&lt;br /&gt;d. Memperhatikan kecepatan perpindahan pelaksanaan butir tes ke butir tes berikutnya dengan tempo sesingkat mungkin dan tidak menunda waktu&lt;br /&gt;e. Tidak memberikan nilai pada peserta yang tidak dapat melakukan satu butir tes atau lebih&lt;br /&gt;f. Mencatat hasil tes dapat menggunakan formulir tes perorangan atau per butir tes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Petunjuk Pelaksanaan Tes   &lt;br /&gt; 1. Lari 50 / 60 Meter&lt;br /&gt; a. Tujuan&lt;br /&gt;  Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan&lt;br /&gt; b. Alat dan Fasilitas&lt;br /&gt;  1) Lintasan lurus, rata, tidak licin, mempunyai lintasan lanjutan, berjarak 50 / 60 meter&lt;br /&gt;  2) Bendera start &lt;br /&gt;  3) Peluit&lt;br /&gt;  4) Tiang pancang&lt;br /&gt;  5) Stop watch&lt;br /&gt;  6) Serbuk kapur&lt;br /&gt;  7) Formulir TKJI&lt;br /&gt;  8) Alat tulis&lt;br /&gt; c. Petugas Tes&lt;br /&gt;  1) Petugas pemberangkatan&lt;br /&gt;  2) Pengukur waktu merangkap pencatat hasil tes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; d. Pelaksanaan&lt;br /&gt;  1) Sikap permulaaan &lt;br /&gt;  Peserta berdiri dibelakang garis start&lt;br /&gt;  2) Gerakan&lt;br /&gt;   a) pada aba-aba “SIAP” peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk lari&lt;br /&gt;   b) pada aba- aba “YA” peserta lari secepat mungkin menuju garis finish&lt;br /&gt;  3) Lari masih bisa diulang apabila peserta :&lt;br /&gt;   a) mencuri start&lt;br /&gt;   b) tidak melewati garis finish&lt;br /&gt;   c) terganggu oleh pelari lainnya&lt;br /&gt;   d) jatuh / terpeleset&lt;br /&gt;  4) Pengukuran waktu&lt;br /&gt;   Pengukuran waktu dilakukan dari saat bendera start diangkat sampai pelari melintasi &lt;br /&gt;         garis Finish&lt;br /&gt;  5) Pencatat hasil&lt;br /&gt;   1) hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50 / 60 meter dalam satuan detik&lt;br /&gt;   2) waktu dicatat satu angka dibelakang koma &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tes Gantung Angkat Tubuh untuk Putra, Tes Gantung Siku Tekuk untuk Putri&lt;br /&gt; a) Tujuan&lt;br /&gt; Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot lengan dan bahu&lt;br /&gt; b) Alat dan fasilitas&lt;br /&gt;1) lantai rata dan bersih&lt;br /&gt;2) palang tunggal yang dapat diatur ketinggiannya yang disesuaikan dengan ketinggian&lt;br /&gt; peserta. Pipa pegangan terbuat dari besi ukuran ¾ inchi&lt;br /&gt;3) stopwatch&lt;br /&gt;4) serbuk kapur atau magnesium karbonat&lt;br /&gt;5) alat tulis&lt;br /&gt;c) Petugas tes&lt;br /&gt;1) pengamat waktu&lt;br /&gt;2) penghitung gerakan merangkap pencatat hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  d) Pelaksanaan Tes Gantung Angkat Tubuh 60 detik (Untuk Putra)&lt;br /&gt;   1) Sikap permulaan &lt;br /&gt; Peserta berdiri di bawah palang tunggal. Kedua tangan berpegangan pada palang&lt;br /&gt; tunggai selebar bahu (gambar 3). Pegangan telapak tangan menghadap ke arah letak&lt;br /&gt; kepala   &lt;br /&gt;   2) Gerakan (Untuk Putra)&lt;br /&gt;a) Mengangkat tubuh dengan membengkokkan kedua lengan, sehingga dagu &lt;br /&gt;    menyentuh atau berada di atas palang tunggal (lihat gambar 4) kemudian  &lt;br /&gt;     kembali ké sikap permulaan. Gerakan ini dihitung satu kali.&lt;br /&gt;b) Selama melakukan gerakan, mulai dan kepala sampai ujung kaki tetáp merupakan satu garis lurus.&lt;br /&gt;c) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang, tanpa  istirahat sebanyak mungkin selama 60 detik.&lt;br /&gt;3) Angkatan dianggap gagal dan tidak dihitung apabila:&lt;br /&gt;a) pada waktu mengangkat badan, peserta melakukan gerakan mengayun&lt;br /&gt;   b) pada waktu mengangkat badan, dagu tidak  menyentuh palang tunggal&lt;br /&gt;c) pada waktu kembali ke sikap permulaan kedua lengan tidak lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Pencatatan Hasil &lt;br /&gt;1) yang dihitung adalah angkatan yang dilakukan dengan sempurna.&lt;br /&gt; 2) yang dicatat adaiah jumlah (frekuensi) angkatan yang dapat dilakukan dengan &lt;br /&gt;          sikap sempurna tanpa istirahat selama 60 detik.&lt;br /&gt;3) Peserta yang tidak mampu melakukan Tes angkatan tubuh ini, walaupun telah berusaha, diberi nilai nol (0).&lt;br /&gt;f)   Pelaksanaan Tes Gantung Siku Tekuk ( Untuk Putri)&lt;br /&gt; Palang tunggal dipasang dengan ketinggian sedikit di atas kepala peserta.&lt;br /&gt;  1) Sikap permulaan&lt;br /&gt;Peserta berdiri di bawah palang tunggal, kedua tangan berpegangan pada palang    tunggal&lt;br /&gt; selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke arah kepala &lt;br /&gt; 2) Gerakan&lt;br /&gt;         Dengan bantuan tolakan kedua kaki, peserta melompat ke atas sampai dengan mencapai sikap bergantung siku tekuk, dagu berada di atas palang tunggal. Sikap tersebut dipertahankan selama mungkin (dalam hitungan detik)&lt;br /&gt;    g) Pencatatan Hasil&lt;br /&gt;  Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh peserta untuk mempertahankan sikap tersebut diatas, dalam satuan detik. Peserta yang tidak dapat melakukan sikap diatas maka dinyatakan gagal dan diberikan nilai nol (0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Tes Baring Duduk (Sit Up) Selama 60 detik&lt;br /&gt;  a. Tujuan&lt;br /&gt;   Mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut.&lt;br /&gt;  b. Alat dan fasilitas&lt;br /&gt;   1) lantai / lapangan yang rata dan bersih&lt;br /&gt;   2) stopwatch&lt;br /&gt;   3) alat tulis&lt;br /&gt;   4) alas / tikar / matras dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  c. Petugas tes&lt;br /&gt;   1) pengamat waktu&lt;br /&gt;   2) penghitung gerakan merangkap pencatat hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  d. Pelaksanaan&lt;br /&gt;   1) sikap permulaan&lt;br /&gt;    a) berbaring telentang di lantai, kedua lutut ditekuk dengan sudut 90˚ dengan kedua   &lt;br /&gt;                   jari-jarinya diletakkan di belakang kepala.&lt;br /&gt;      b) Peserta lain menekan / memegang kedua pergelangan kaki agar kaki tidak  &lt;br /&gt;                terangkat.&lt;br /&gt;    2) Gerakan&lt;br /&gt;   a) Gerakan aba-aba “YA” peserta bergerak mengambil sikap duduk sampai kedua  &lt;br /&gt;                 sikunya menyentuh paha, kemudian kembali ke sikap awal.&lt;br /&gt;   b) Lakukan gerakan ini berulang-ulang tanpa henti selama 60 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; e. Pencatatan Hasil&lt;br /&gt;  1) Gerakan tes tidak dihitung apabila :&lt;br /&gt;   - pegangan tangan terlepas sehingga kedua tangan tidak terjalin lagi&lt;br /&gt;   - kedua siku tidak sampai menyentuh paha&lt;br /&gt;   - menggunakan sikunya untuk membantu menolak tubuh&lt;br /&gt;  2) Hasil yang dihitung dan dicatat adalah gerakan tes yang dapat dilakukan dengan &lt;br /&gt;   sempurna selama 60 detik&lt;br /&gt;  3) Peserta yang tidak mampu melakukan tes ini diberi nilai nol (0)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Tes Loncat Tegak (Vertical Jump)&lt;br /&gt;  a. Tujuan &lt;br /&gt;   Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak / tenaga eksplosif&lt;br /&gt;  b. Alat dan Fasilitas&lt;br /&gt;   1) Papan berskala centimeter, warna gelap, ukuran 30 x 150 cm, dipasang pada dinding yang rata atau tiang. Jarak antara lantai dengan angka nol (0) pada papan tes adalah 150 cm.&lt;br /&gt;   2) Serbuk kapur&lt;br /&gt;   3) Alat penghapus papan tulis&lt;br /&gt;   4) Alat tulis&lt;br /&gt; c. Petugas Tes&lt;br /&gt;  Pengamat dan pencatat hasil &lt;br /&gt; d. Pelaksanaan Tes&lt;br /&gt;  1) Sikap permulaan&lt;br /&gt;   a) Terlebih dulu ujung jari peserta diolesi dengan serbuk kapur / magnesium  &lt;br /&gt;                    karbonat&lt;br /&gt;   b) Peserta berdiri tegak dekat dinding, kaki rapat, papan skala berada pada sisi &lt;br /&gt;                    kanan / kiri badan peserta. Angkat tangan yang dekat dinding lurus ke atas, &lt;br /&gt;                    telapak tangan ditempelkan pada papan skala hingga meninggalkan bekas jari.&lt;br /&gt;        2) Gerakan&lt;br /&gt;      a) Peserta mengambil awalan dengan sikap menekukkan lutut dan kedua lengan &lt;br /&gt;                  diayun ke belakang . Kemudian peserta meloncat setinggi mungkin sambil &lt;br /&gt;                  menepuk papan dengan tangan  yang terdekat sehingga menimbulkan bekas&lt;br /&gt;            b) Lakukan tes ini sebanyak tiga (3) kali tanpa istirahat atau boleh diselingi peserta  &lt;br /&gt;                  lain&lt;br /&gt; e. Pencatatan Hasil&lt;br /&gt;1) Selisih raihan loncatan dikurangi raihan tegak&lt;br /&gt;2) Ketiga selisih hasil tes dicatat&lt;br /&gt;3) Masukkan hasil selisih yang paling besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. Tes Lari 1000 meter (13-15 Tahun) / 1200 meter (16-19 Tahun) Untuk Putra dan &lt;br /&gt;      Tes Lari 800 meter (13-15 Tahun) / 1000 meter (16-19 Tahun) Untuk Putri&lt;br /&gt;   a. Tujuan &lt;br /&gt;    Tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan jantung paru, peredaran darah dan  &lt;br /&gt;              pernafasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  b. Alat dan Fasilitas&lt;br /&gt;   1) Lintasan lari &lt;br /&gt;   2) Stopwatch&lt;br /&gt;   3) Bendera start&lt;br /&gt;   4) Peluit&lt;br /&gt;   5) Tiang pancang&lt;br /&gt;   6) Alat tulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; c. Petugas Tes&lt;br /&gt;   1) Petugas pemberangkatan &lt;br /&gt;   2) Pengukur waktu&lt;br /&gt;   3) Pencatat hasil&lt;br /&gt;   4) Pengawas dan pembantu umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; d. Pelaksanaan Tes&lt;br /&gt;  1) Sikap permulaan&lt;br /&gt;   Peserta berdiri di belakang garis start&lt;br /&gt;  2) Gerakan&lt;br /&gt;   a) Pada aba-aba “SIAP” peserta mengambil sikap berdiri, siap untuk lari &lt;br /&gt;    b) Pada aba-aba “YA” peserta lari semaksimal mungkin menuju garis finish &lt;br /&gt;   e. Pencatatan Hasil &lt;br /&gt;  1) Pengambilan waktu dilakukan mulai saat bendera start diangkat sampai peserta tepat &lt;br /&gt;   Melintasi garis finish&lt;br /&gt;  2) Hasil dicatat dalam satuan menit dan detik. &lt;br /&gt;   Contoh :  3 menit 12 detik maka ditulis 3’ 12”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Tabel Nilai TKJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Nilai TKJI&lt;br /&gt;(Untuk Putra Usia 13 -15 Tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Lari &lt;br /&gt;50 meter Gantung angkat tubuh Baring duduk  Loncat tegak  Lari &lt;br /&gt;1000 meter Nilai&lt;br /&gt;5 S.d – 6,7” 16 - Keatas 38 - Keatas 66 Keatas s.d – 3’04” 5&lt;br /&gt;4 6.8” – 7,6” 11 – 15 28 – 37 53 – 65 3’05” – 3’53” 4&lt;br /&gt;3 7,7” – 8,7” 6 – 10 19 – 27 42 – 52 3’54” – 4’46” 3&lt;br /&gt;2 8,8” – 10,3” 2 – 5 8 – 18 31 – 41 4’47” – 6’04” 2&lt;br /&gt;1 10,4”- dst 0 – 1 0 – 7 0 - 30 6’05” - dst 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Nilai TKJI&lt;br /&gt; (Untuk Putra Usia 16-19 Tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Lari &lt;br /&gt;60 meter Gantung angkat tubuh Baring duduk  Loncat tegak Lari &lt;br /&gt;1200 meter Nilai&lt;br /&gt;5 S.d – 7,2” 19 - Keatas 41 - Keatas 73 Keatas s.d – 3’14” 5&lt;br /&gt;4 7.3” – 8,3” 14 – 18 30 – 40 60 – 72 3’15” – 4’25” 4&lt;br /&gt;3 8,4” – 9,6” 9 – 13 21 – 29 50 – 59 4’26” – 5’12” 3&lt;br /&gt;2 9,7” – 11,0” 5 – 8 10 – 20 39 – 49 5’13” – 6’33” 2&lt;br /&gt;1 11,1” dst 0 - 4 0 – 9 38 dst 6’34” dst 1&lt;br /&gt;Tabel Nilai TKJI&lt;br /&gt;(Untuk Putri Usia 13 -15 Tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Lari &lt;br /&gt;50 meter Gantung Siku Tekuk Baring duduk  Loncat tegak  Lari &lt;br /&gt;800 meter Nilai&lt;br /&gt;5 S.d – 7.7” 41” - Keatas 28 - Keatas 50 Keatas s.d – 3’06” 5&lt;br /&gt;4 7.8” – 8,7” 22” – 40” 19 – 27 39 – 49 3’07” – 3’55” 4&lt;br /&gt;3 8,8” – 9,9” 10” – 21” 9 – 18 30 – 38 3’56” – 4’58” 3&lt;br /&gt;2 10,0” – 11,9” 3” – 9” 3 – 8 21 – 29 4’59” – 6’40” 2&lt;br /&gt;1 12,0”- dst 0” – 2” 0 – 2 0 - 20 6’41” - dst 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Nilai TKJI&lt;br /&gt; (Untuk Putri Usia 16-19 Tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Lari &lt;br /&gt;60 meter Gantung Siku Tekuk Baring duduk  Loncat tegak Lari &lt;br /&gt;1000 meter Nilai&lt;br /&gt;5 S.d – 8,4” 41” - keatas 28 Keatas 50 Keatas S.d – 3’52” 5&lt;br /&gt;4 8,5” – 9,8” 22” – 40” 20 – 28 39 – 49 3’53” – 4’56” 4&lt;br /&gt;3 9,9” – 11.4” 10” – 21” 10 – 19 31 – 38 4’57” – 5’58” 3&lt;br /&gt;2 11,5” – 13,4” 3” – 9” 3 – 9 23 – 30 5’59” – 7’23” 2&lt;br /&gt;1 13,5” dst 0” – 2” 0 – 2 22 dst 7’24” dst 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Norma TKJI&lt;br /&gt;Hasil setiap butir tes yang telah dicapai oleh peserta dapat disebut sebagai hasil kasar. Mengapa disebut hasil kasar ? Hal ini disebabkan satuan ukuran yang digunakan untuk masing-masing butir tes berbeda, yang meliputi satuan waktu, ulangan gerak, dan ukuran tinggi.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan hasil akhir, maka perlu diganti dalam satuan yang sama yaitu NILAI. Setelah hasil kasar setiap tes diubah menjadi satuan nilai, maka dilanjutkan dengan menjumlahkan nilai-nilai dari kelima butir TKJI. Hasil penjumlahan tersebut digunakan untuk dasar penentuan klasifikasi kesegaran jasmani remaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NORMA TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA&lt;br /&gt;(Untuk Putera dan puteri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Jumlah nilai Klasifikasi Kesegaran Jasmani&lt;br /&gt;1. 22 – 25 Baik sekali           ( BS )&lt;br /&gt;2. 18 – 21 Baik                  ( B )&lt;br /&gt;3. 14 – 17 Sedang                ( S )&lt;br /&gt;4. 10 – 13 Kurang                ( K )&lt;br /&gt;5. 5 – 9 Kurang sekali         ( KS )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PELAKSANAAN TES KESEGARAN JASMANI DI SMPN 3 BANJAR&lt;br /&gt;PADA SISWA KELAS 1 A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  PERSIAPAN&lt;br /&gt;Sebelum melakukan suatu kegiatan hendaknya selalu dipersiapkan segala sesuatunya. Adapun persiapan pada pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia ini kami mempersiapkan tentang informasi mengenai Tes Kesegaran Jasmani Indonesia, yang meliputi aturan dan tata cara melakukan tes. &lt;br /&gt;Setelah informasi diperoleh, maka kami segera mengumpulkan alat dan bahan yang akan di pergunakan untuk melakukan tes.  &lt;br /&gt;Alat dan bahan tersebut berupa: &lt;br /&gt;1. Pembuatan Formulir TKJI, &lt;br /&gt;2. Mempersiapkan  lintasan lari untuk lari jarak 50 m dan 1000 m termasuk merapihkan lintasan agar terhindar dari kecelakaan. &lt;br /&gt;3. Mempersiapkan papan tunggal untuk melakukan Pull Up.&lt;br /&gt;4. Matras untuk melakukan gerakan sit up.&lt;br /&gt;5. Pengukur loncat tegak (vertical jump) berupa papan besekala centimeter, serbuk kapur dan penghapus papan tulis.&lt;br /&gt;6. Alat penunjang berupa stop wacth, bendera start, tiang pancang, nomor dada, peluit, alat tulis, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  MENENTUKAN OBJEK &lt;br /&gt;Langkah selanjutnya yaitu menentukan objek yang akan di tes. Dan kami telah sepakat untuk melakukan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia pada siswa kelas 1 A di SMPN 3 Banjar dengan jumlah siswa sebanyak 10 orang putra dan 5 orang putri. Adapun nama  peserta yang akan di tes antara lain:&lt;br /&gt;1. Ari Susanto (L)&lt;br /&gt;2. Ardiansyah (L)&lt;br /&gt;3. Budi Siswoyo (L)&lt;br /&gt;4. Ahmad (L)&lt;br /&gt;5. Wiki Saputra (L)&lt;br /&gt;6. Hendara Gunawan (L)&lt;br /&gt;7. Bambang (L)&lt;br /&gt;8. Tatang (L)&lt;br /&gt;9. Rudi Santosa (L)&lt;br /&gt;10. Ridwan Satia (L)&lt;br /&gt;11. Wati Nur Hidayah (P)&lt;br /&gt;12. Susi Listiana (P)&lt;br /&gt;13. Lusiana Anggia (P)&lt;br /&gt;14. Pujiani (P)&lt;br /&gt;15. Yuniawati (P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  PELAKSANAAN TES&lt;br /&gt;Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia ini dilaksanakan pada hari selasa 8 Juni 2010 pada pukul 08.30 dengan terlebih dahulu memberitahukan kepada siswa agar siswa mempersiapkan diri seperti sarapan terlebih dahulu agar kondisi badan dalam keadaan prima.&lt;br /&gt;Tim penilai berjumlah 7 orang dengan tugas yang berbeda-beda agar penilaian berjalan dengan lancar. Pelaksanaan tes dilakukan secara bersambung, artinya siswa yang telah di tes tahapan pertama melanjutkan pada tahapan berikutnya. Dengan membawa formulir yang telah diisi dan memberikannya kepada tim penilai yang akan menilai hingga sampai pada tahapan terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. HASIL TES &lt;br /&gt;Hasil tes berupa catatan pada formulir yang kemudian dapat di kalkulasikan sesuai aturan yang telah baku sehingga akan diperoleh klasifikasi Kesegaran Jasmani siswa berupa  BS (baik sekali), B (baik), S (sedang), K (kurang), KS (kurang sekali).&lt;br /&gt;Hasil tes telampir pada lampiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. KESIMPULAN&lt;br /&gt; Tes kesegaran jasmani Indonesia digunakan untuk mengukur dan menentukan tingkat kesegaran jasmani remaja (sesuai kelompok usia masing-masing). Sehingga dapat digunakan untuk seleksi atlit dan selanjutnya dapat digunakan untuk acuan  peningkatan kebugaran siswa dengan memberikan peningkatan latihan fisik yang sesuai dengan tingkat kebugarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SARAN&lt;br /&gt;Begitu banyak manfaat yang bisa kita ambila dari melakukan tes dan pengukuran. Jadi sebaiknya, bagi setiap Guru olahraga atau Pelatih mengisi pengetahuannya tentang beberapa komponen dan hal-hal yang berkaitan dengan tes dan pengukuran olahraga. Karena dengan itu kita akan bisa mengambil banyak manfaat, diantaranya seperti :&lt;br /&gt;• Untuk pelaksanaan evaluasi dan Sebagai bahan motivasi&lt;br /&gt;• Sebagai bahan perbaikan mengajar / melatih dan Sebagai dasar penelitian&lt;br /&gt;• Penentuan status atlet dan pembagian kelompok sesuai dengan ketentuan yang telah ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudjadi, dr.1996. Ketahuilah Tingkat Kesegaran Jasmani Anda. Jakarta : Pusat Kesegaran Jasmani dan Rekreasi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;     http://ch1ples.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN-LAMPIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah SWT Tuhan pemelihara dan pendidik alam semesta yang telah menganugerahkan karunia dan RahmatNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Makalah Tes dan Pengukuran Olahraga ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah tes dan pengukuran olahraga di FKIP PJKR  Universitas Galuh Ciamis. Selain untuk memenuhi tugas, semoga dengan terselesaikannya makalah ini akan bisa bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sampaikan banyak terimakasih kepada segenap yang telah membantu atas terseleaikannya makalah ini. Namun dengan keterbatasan kemampuan pada diri penulis, maka penulis memohon maaf, penulis menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran.&lt;br /&gt;Akhirnya, penulis berharap agar diberi manfaat atas terselesaikannya makalah ini, dan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu merahmati kita, Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                               Banjar, 20 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                 Penulis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-8497290905913730076?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/8497290905913730076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/06/babi-pendahuluan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/8497290905913730076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/8497290905913730076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/06/babi-pendahuluan.html' title='makalah tes dan pengukuran (TKJI)'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-7404588550398811012</id><published>2010-06-12T07:28:00.001-07:00</published><updated>2010-06-12T07:28:12.663-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.easycounter.com/"&gt;&lt;img src="http://www.easycounter.com/counter.php?rismayadi"border="0" alt="HTML Hit Counters"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.easycounter.com/"&gt;Hit Counters&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-7404588550398811012?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/7404588550398811012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/06/hit-counters.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7404588550398811012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7404588550398811012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/06/hit-counters.html' title=''/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-5541528376628748084</id><published>2010-05-29T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T08:31:39.005-07:00</updated><title type='text'>nonton tv online</title><content type='html'>mau nonton tv online di internet ????&lt;br /&gt;caranya gampang kok...&lt;br /&gt;tinggal kunjungi azza situs ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.binus-access.com/our-services/bee-watch.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus tinggal pilih chanel yang diinginkan... &lt;br /&gt;tunggu iklan bentar yach... baru bisa dinikmati donk...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-5541528376628748084?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/5541528376628748084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/05/nonton-tv-online.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/5541528376628748084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/5541528376628748084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/05/nonton-tv-online.html' title='nonton tv online'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-7698691637753604806</id><published>2010-05-21T02:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T02:47:28.155-07:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA CARA MERUBAH FORMAT PDF KE DOC ?</title><content type='html'>Dulu seringkali saya mengalami kebingungan ketika menemukan beberapa artikel yang memakai format pdf untuk dijadikan bahan referensi yang perlu dicopy dalam sebuah tulisan dalam format word. akhirnya dipenghujung malam blog walking saya menemukan cara untuk mengkonversi tulisan pdf kedalam format doc, ahh leganya. terlepas dari apakah hal ini masuk dalam kategori berita basi atau tidak bagi saya it's not important, yang jelas the show must go on !! berikut caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka situs http://www.zamzar.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 1. klik tombol Browse. Pilih file PDF yang ingin Anda convert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 2. secara otomatis, sistem akan menset file ke dalam format doc. Tapi anda bisa memilih format lainnya seperti txt, html, rtf, png dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 3. Masukkan alamat e-mail anda. Alamat ini diperlukan karena anda akan menerima file hasil konversinya via e-mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 4. klik Convert. Akan muncul sebuah window berisi informasi bahwa Anda akan mengkonversi file PDF ke format doc. Klik OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Step 5. Tunggu sampai indikator uploading mencapai 100 %. Dalam beberapa menit Anda akan mendapat e-mail dari Zamzar disertai dengan sebuah link untuk men-download salinan file hasil konversi. Silahkan download file tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-7698691637753604806?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/7698691637753604806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/05/bagaimana-cara-merubah-format-pdf-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7698691637753604806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7698691637753604806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/05/bagaimana-cara-merubah-format-pdf-ke.html' title='BAGAIMANA CARA MERUBAH FORMAT PDF KE DOC ?'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-7908797473809778722</id><published>2010-05-20T02:38:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T03:42:56.830-07:00</updated><title type='text'>Cara membuat tulisan arab</title><content type='html'>اسلا م عليكم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hallo sobat... kali ini akan saya kasih tau tentang cara ngebikin tulisan Arab...&lt;br /&gt;Caranya gampang kok...he..&lt;br /&gt;pertama-tama kalian masuk ke web : &lt;br /&gt;http://al-manar.web.id/bahan/5.%20SOFTWARE/2.%20PROGRAM%20GRATIS/Arabic%20Keyboard/Arabic%20Keyboard.htm&lt;br /&gt;setelah itu tinggal klik-klik aza tulisan yang pengen kamu buat..&lt;br /&gt;hasilnya tinggal di copy - paste aza...&lt;br /&gt;he... gampang ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;يد رسميد&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-7908797473809778722?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/7908797473809778722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/05/cara-membuat-tulisan-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7908797473809778722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/7908797473809778722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/05/cara-membuat-tulisan-arab.html' title='Cara membuat tulisan arab'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-2370667520698119305</id><published>2010-05-20T02:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:21:19.884-07:00</updated><title type='text'>Membuat tulisan terbalik</title><content type='html'>he... mo lucu-lucuan di FB dengan tulisan terbalik...&lt;br /&gt;Gampang kok... kamu tinggal masuk ke alamt ini aza : &lt;br /&gt;http://www.esc-creation.com/tulisan-terbalik/&lt;br /&gt;abis itu ketik dech tuisan yang pengen kamu buat... tinggal copy paste azzza tuch...&lt;br /&gt;he... gampang khan...&lt;br /&gt;˙˙˙˙˙˙ɐqoɔuǝɯ ʇɐɯɐlǝs&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-2370667520698119305?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/2370667520698119305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/05/membuat-tulisan-terbalik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/2370667520698119305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/2370667520698119305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/05/membuat-tulisan-terbalik.html' title='Membuat tulisan terbalik'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-81459984169944146</id><published>2010-04-21T09:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T09:53:55.587-07:00</updated><title type='text'>Menggapai Ridho Allah</title><content type='html'>Bahasa sehari-hari mengenal istilah Allah yang di atas, atau Allah yang di langit. Langit sering didefinisikan sebagai batas pandangan mata. Dalam al Quran langit disebut dengan nama sama' atau samawat. Dalam bahasa Arab, sama' mengandung dua artinya, pertama, ma `ala ka, apa yang di atasmu. Dari pengertian ini maka plafon di rumah kita di sebut langit-langit. Ke dua, langit adalah ungkapan tentang sesuatu yang tidak terjangkau oleh akal kita. Jika disebut surga berada di langit artinya akal kita tidak akan mampu melacak keberadaannya. Surga dapat dilacak dengan keyakinan atau iman, bukan dengan rasio. Bahasa sehari-hari juga suka menggunakan istilah langit meski kurang tepat, misalnya menyebut kecantikan luar biasa dari seorang gadis dengan menyebut cantiknya selangit, kekayaan yang sangat banyak disebut kayanya selangit , dan ungkapan semisal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman meyakini bahwa di balik alam raya ini ada alam langit atau `alam malakut satu tempat yang sangat tinggi dimana blue print alam raya dengan segala kehidupannya itu berada dan dikendalikan, dan Allah bersemayam di `arasy Nya mengendalikan kekuasaanya melalui sistem sunnatulllah, dan Dia mengontrolnya secara detail hingga jatuhnya selembar daunpun berada dalam kontrol Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana letak alam malakut dan dimana `arasy Allah, akal kita tidak mungkin menjangkaunya, karena Allah Maha Tinggi sedangkan kita sebagai hamba memiliki keterbatasan yang sangat banyak. Meski demikian, dengan sifat Rahman dan Rahim Nya Allah memberi infrastruktur kepada kita untuk dapat mendekat kepada Nya. Allah menempatkan sifat ilahiah pada setiap diri kita, apa yang dalam Islam disebut nasut. Allah juga menempatkan cahaya (nur) Nya pada setiap hati (qalb) kita, disebut nuraniyyun (hati nurani) yang memiki kapasitas pandangan batin sebagai lawan dari pandangan mata kepala, oleh Al Quran disebut bashirah (Q/75:14-15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sifat Allah al Bashir mengandung arti Allah mampu melihat sesuatu secara total tanpa alat bantu, maka bashirah nya kita atau hati nurani kita juga dapat menembus dinding-dinding pembatas, secara internal melihat diri sendiri, introspeksi secara jujur dan hati nurani tidak bisa diajak berdusta, sedangkan secara ekternal, nurani dapat menerobos ke alam malakut bercengkerama dengan ruhaniyyun (malaikat atau arwah manusia) dan bahkan bisa bercengkerama dengan Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sifat Nasut itulah kita pada suatu ketika rindu kepada Allah. Sifat Nasut itu bagaikan api yang selalu menyala ke atas. Orang yang sedang rindu kepada Allah, maka pandangannya selalu ke atas mencari Dia Yang Maha Tinggi di 'alam atas'. Kerinduan kepada ALlah itu memuncak ketika seseorang berhasil bekerja keras mensucikan jiwanya (tazkiyyat an nafs) hingga jiwanya mencapai tingkat nafs al muthma'innah, yakni jiwa yang tenang,&lt;br /&gt;atau ketika Allah berkenan mendekati hamba-hamba-Nya yang dikehendaki Nya sehingga orang itu dalam waktu cepat tersucikan jiwanya (Q/ 4:49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Allah senantiasa merindukan kehadiran kita ke haribaan rahmat Nya. Allah sangat antausias menyongsong hambanya. Jika kita mendekati Allah dengan jalan kaki, maka Allah akan menyongsongnya dengan berlari. Itulah yang menyebabkan ada orang yang sudah sejak kecil menjadi muslim tetapi tak kunjung berkualitas, sementara ada orang yang belum lama menjadi muaallaf tetapi sudah mencapai pencerahan Ilahiah, karena ia disongsong oleh Sang Khaliq. Di satu pihak, kita memang memiliki bakat kerinduan kepada Allah dan untuk itu ia berusaha naik ke atas(taraqqi), di pihak lain, Allah yang merindukan kehadiran kita, berlari turun dari atas(tanazul) menyongsong setiap hambaNya yang berusaha keras mendekat (taqarrub). Ada tiga jalan yang kita bisa tempuh untuk menggapai cinta Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Thariqat as Syar`iy, jalan syari'at. Siapa saja yang berusaha keras konsisten mengikuti syari'at Islam, sholatnya, puasanya, berdagangnya, berpolitiknya, dan seluruh aspek hidupnya, maka dijamin ujungnya adalah dar al muqarrabin, wisma khusus untuk orang-orang dekat. Siapa saja yang secara konsisten mengikuti petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam hidupnya, yakni mengikuti aturan Allah tentang halal-haram, mengerjakan perintahNya dan menjauhi larangan Nya, maka ia berpeluang untuk mendapatkan Cinta Allah Subhanahu Wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Thariqat ahl az zikr, jalannya ahli zikir. Barang siapa yang dalam hidupnya selalu berzikir maka ia akan sampai ke tingkat dekat dengan Allah. Zikir artinya menyebut atau mengingat. Orang awam berzikir dengan mulutnya dalam bentuk menyebut asma Allah atau&lt;br /&gt;kalimah thayyibah, meski hatinya belum tentu ingat Allah. Lihatlah orang yang ikut zikir bersama Arifin Ilham, ia bisa menangis haru interospeksi. Jika zikir itu dipelihara, dikerjakan secara sistemik, maka lama-kelamaan hatinya menjadi dekat dengan Allah yang selalu disebutnya. Sementara orang khawas berzikir dengan hatinya. Keadaan apapun yang dihadapinya dalam hidup, hatinya tetap mengingat Allah. Ada beberapa tingkatan zikir, yaitu zikir jahr, zikir keras-keras, kemudian meningkat ke zikir khofiy, zikir yang tidak mengeluarkan suara tetapi penuh d dalam hati, kemudian tafakkur, berkelana secar ruhaniyyah merenungkan kebesaran Allah, dan yang tertinggi adalah tadabbur, yakni melihat benda atau alampun langsung terbayang Sang Pencipta (tadabbur `alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Thariqat mujahidat as Syaqa, memilih jalan yang sulit. Bagi penganut jalan ini, hidup secara biasa itu berarti tidak tahu diri dan kurang bersyukur nikmat Allah. Ia paksakan dirinya mengerjakan yang sunnah karena yang wajib sudah lewatinya dengan riang gembira, ia haramkan untuk dirinya apa yang subhat. Ia lebih suka tidur di kasur yang sederhana, meski memiliki kamar yang mewah, ia memakan makanan yang tidak enak meski tersedia makanan lezat, ia pergi ke masjid dengan jalan kaki meski punya mobil, semua yang sulit menjadi pilihannya untuk menggapai cinta Allah. Baginya menempuh kesulitan dalam perjalanan mendekat kepada Allah itu satu kenikmatan, dan baginya pula, menggunakan fasilitas kemudahan dalam perjalanan rasanya malu dihadapan Allah. Jalan yang tidak mudah, tidak semua orang sanggup memilih jalan sulit untuk menggapai cinta Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-81459984169944146?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/81459984169944146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/04/menggapai-ridho-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/81459984169944146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/81459984169944146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/04/menggapai-ridho-allah.html' title='Menggapai Ridho Allah'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-8941462021814623579</id><published>2010-03-07T03:46:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T03:48:59.690-08:00</updated><title type='text'>Sunatullah</title><content type='html'>Sewaktu saya SMP, saya pernah bertanya pada Pak Guru, 'Kenapa saya harus berbuat baik?' Jawab Pak Guru, “Karena begitulah sunatullah atau Hukum Allah yang berlaku, jika kita berbuat baik maka kita akan menuai kebaikan yang kita lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Pak Guru bercerita ada seorang santri yang diperintahkan oleh Kyainya untuk berpuasa selama 30 hari dibawah pohon beringin yang didepannya ada sebuah danau, dengan syarat hanya boleh melihat apapun yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sepuluh hari pertama, ada seorang pedagang yang datang. Pedagang itu membasuh muka dan badannya. Ditengah dia asyik uang hasil berjualannya jatuh tanpa disadarinya. Dan pedagang itu pergi meninggalkan telaga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sepuluh hari kedua, ada seorang anak muda yang baru melakukan perjalanan jauh. Pemuda itu datang dan beristirahat sejenak ditelaga itu untuk melepaskan lelah. Setelah membersihkan tubuhnya pemuda itu menginjak sesuatu dan itu adalah uang pedagang yang tertinggal. Pemuda itu melihat ke kanan dan ke kiri dan tidak menemukan satu orangpun. Pemuda itu membawa uang itu dengan hati riang gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sepuluh hari ketiga, ada seorang pengemis tua yang datang ditelaga itu. Pengemis tua melepaskan lelahnya. Ditengah dia asyik membersihkan tubuhnya. Tiba-tiba datang seseorang yang ternyata pedagang yang kehilangan uangnya kemaren. Dengan nada marah pedagang itu menuduh bahwa uangnya telah diambil pengemis tua. Sekali pukulan pengemis tua mati terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian itu santri marah dan mengatakan Allah tidak adil. Bagaimana mungkin pengemis tua yang tidak mengerti apa-apa mati terbunuh? Bagaimana bisa terjadi pedagang yang bekerja keras kehilangan hasil berdagang sebanyak itu? Kenapa pemuda yang menemukan uang tidak mengembalikan uang yang bukan haknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Pak Kyai itu datang menjelaskan kepada santrinya, Pengemis tua yang mati terbunuh adalah seorang pembunuh. Pedagang yang kehilangan uang sebanyak itu karena cara berdagangnya dengan menipu. Pemuda yang menemukan uang karena pemuda itu pernah ditipu oleh pedagang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Jadi hukum Allah itu adil, jika kebaikan yang kita lakukan maka kita akan menuai kebaikan. Demikian juga jika keburukaN yang kita lakukan, maka kita akan menuai keburukan hasil perbuatan kita sendiri.' Begitulah kata Pak Guru menjelaskan pada saya tentang hukum keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;'Sebagai sunatullah (Hukum Allah) yang telah berlaku sejak dahulu, sekali-kali kamu tak akan menemukan perubahan bagi sunatullah (atau hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah) itu. (QS. Al Fath:23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-8941462021814623579?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/8941462021814623579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/03/sewaktu-saya-smp-saya-pernah-bertanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/8941462021814623579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/8941462021814623579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/03/sewaktu-saya-smp-saya-pernah-bertanya.html' title='Sunatullah'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-1775942753325942503</id><published>2010-02-20T09:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T09:24:13.631-08:00</updated><title type='text'>Pergaulan yang Islami</title><content type='html'>Kiat bergaul antara laki-laki dan wanita dalam islam&lt;br /&gt;  Allah SWT tidak melarang suatu perbuatan apapun melainkan untuk kebaikan dan kemuliaan kita, untuk menjauhkan kita dari kerugian, bahkan untuk melindungi kita dari kehinaan dan kenistaan. Termasuk larangan untuk mendekati zina misalnya, "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS Al Isra [17] : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bukan jangan berzina, tapi jangan mendekati zina. Dengan kata lain, mendekati zina saja dilarang, apalagi berzina. Bagaimana cara untuk tidak mendekati zina ? Hal ini tentu akan sangat berkaitan dengan bagaimana cara bergaul antara laki-laki dan perempuan. Berikut ini kiat bergaul antara laki-laki dan perempuan yang bisa kita amalkan baik di sekolah, kampus, kantor, atau dimanapun kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menutup aurat&lt;br /&gt;"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita mukminah, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka,....." (QS Al Ahzab [33] : 59)&lt;br /&gt;Telah berkata Aisyah r.a, "Sesungguhnya Asma binti Abu Bakar menemui Nabi saw dengan dengan memakai busana yang tipis, maka Nabi berpaling darinya dan bersabda, "Hai Asma, sesungguhnya apabila wanita itu telah baligh (sudah haidh) tidak boleh dilihat daripadanya kecuali ini dan ini", sambil mengisyaratkan pada muka dan telapak tangannya." (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk bagian dari penyempurnaan menutup aurat adalah menggunakan pakaian yang longgar (tidak ketat), tidak menggunakan kain yang transparan atau tipis, model dan warna pakaian pun sebaiknya tak terlalu menarik perhatian laki-laki, juga tak berlebihan dalam menggunakan wewangian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menundukkan Pandangan&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya ; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS An Nuur [24] : 30) "Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..." (QS An Nuur [24] : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tegas dalam berbicara&lt;br /&gt;"Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.." (QS. Al Ahzab [33] : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menjaga jarak; tidak bersentuhan&lt;br /&gt;Telah berkata Aisyah r.a, "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataaan." (HR Bukhari dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak berikhtilath (berdua-duaan)&lt;br /&gt;"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dalam hal menutup aurat dan menjaga pandangan, walau laki-laki dan perempuan keduanya harus menutup aurat dan menjaga pandangan, tapi menjaga aurat lebih diutamakan bagi wanita sedangkan menjaga pandangan lebih diutamakan bagi laki-laki. Bila para wanita menutup aurat dengan baik, mudah-mudahan upaya tersebut bisa membantu kaum lelaki yang belum mampu mengendalikan diri agar lebih terjaga pandangannya. Sebaliknya, bila kaum lelaki senantiasa menjaga pandangannya, walau ada wanita yang kurang sempurna menutup auratnya, maka tetap akan lebih sukar terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Selain itu, sering timbul pertanyaan, apakah dalam islam boleh pacaran? Seperti kita ketahui, orang-orang yang berpacaran itu biasanya tak menjaga batas-batas pergaulan antara laki-laki dan wanita seperti diatas, tak jarang yang aktifitasnya mendekati zina atau bahkan sampai berzina. Jadi, tidak ada pacaran dalam islam. Bila niat telah lurus dan telah siap dengan resiko suka duka berumah tangga, lebih baik dilangsungkan pernikahan dari pada perzinahan.&lt;br /&gt;Oke deh.. Good Luck, buat sahabat yang sudah membaca tulisan ini semoga sahabat semua tidak menjadi orang yang terjerumus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar ABG Tak Jadi Korban Facebook&lt;br /&gt;AKHIR-AKHIR ini marak pemberitaan tentang ABG yang menghilang dari rumah setelah berkenalan dengan lawan jenis di facebook. Ada yang diculik, lari dengan sang pacar bahkan ada yang sampai melakukan hubungan yang hanya boleh dilakukan suami istri. Facebook pun dituding dan disalahkan sebagai biang kerok dari semua masalah ini.&lt;br /&gt;Padahal Facebook hanyalah sebuah benda yang baik dan buruknya tergantung kepada  siapa pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Banyak orang lagi tergila-gila dalam ber-Facebook. Ibarat pisau bermata dua, Facebook menyimpan bahaya plus juga mengandung manfaat. Pisau apabila digunakan untuk membunuh orang, maka bisa berbahaya. Tapi pisau yang digunakan untuk mengiris cabe dan mengupas mangga, maka keberadaannya jadi bermanfaat. Begitu juga dengan teknologi bernama Facebook. Bila yang menggunakan Facebook adalah orang rusak akhlak dan moralnya, maka teknologi ini bisa menjadi alat kejahatan. Begitu sebaliknya, bila pengguna Facebook adalah orang yang mempunyai iman, maka akan manfaatlah penemuan yang cukup mengagumkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Keimanan dalam ber-Facebook harus disertai dengan sikap ihsan pemakainya. Ihsan pemenang Indonesia Idol? Ya bukanlah! Ihsan itu kata Rasulullah tercinta yaitu, sahabat beribadah kepada Allah, yang seolah-olah sahabat melihat-Nya, kemudian jika sahabat tidak dapat berbuat demikian, maka ketahuilah bahwa Ia (Allah) melihatmu” (HR. Muslim). Ibadah di sini bukan hanya shalat, zakat dan puasa saja. Tapi ibadah dalam arti luas yaitu setiap aktivitas muslim di dunia ini bernilai ibadah. Jadi, dalam ber-Facebook ria pun, sikap ihsan ini harus dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ihsan dalam ber-Facebook akan menjadikan seorang muslim tidak main-main apalagi bermaksiat dalam menggunakannya. Sikap ihsan akan menjaga seorang muslim untuk selalu taat pada rambu-rambu syariat-Nya meskipun tidak ada yang memantau. Kok bisa? Ingat, meskipun kamu berada dalam bilik warnet yang paling privacy pun, selalu ada yang Mahamelihat. Ketika di dalam kamar asyik ber-Facebook ria pun, selalu ada yang Mahamengawasi. Jadi kalo kamu ingin bertingkah aneh-aneh di dunia maya tersebut, kamu jadi mikir ribuan kali karena ada si Penjaga ternyata. Siapakah Dia? Yupz, Allah Rabbul Izzati adalah jawabannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Bila sahabat sudah yakin dengan Mahamelihatnya Allah, maka sikap ihsan ini akan kamu bawa ke mana-mana termasuk ketika ber-Facebook. Berkenalan dengan banyak teman baik cewek ataupun cowok tak masalah, asalkan sahabat tetap membawa sikap ihsan ini. Chatting dengan lawan jenis isinya bukan hal-hal yang menjurus porno, tapi sebaliknya yaitu ajakan untuk memahami dan mengamalkan Islam secara benar. Hal ini pun dilakukan tidak terus-menerus dengan melupakan kewajiban, namun dilakukan sekadarnya saja ketika ada waktu luang.&lt;br /&gt;...ber-Facebook-lah dengan cerdas yah. Ini semua juga demi kebaikan sahabat sendiri kok agar tak menjadi korban akibat perkembangan teknologi...&lt;br /&gt;  Ketika sahabat sudah memahami Islam dengan benar, pastilah tak mudah dibujuk rayu oleh seseorang di dunia maya. Bila bujuk rayu tak mempan, pastilah juga sahabat  tak mudah untuk diajak ketemuan. Ingat, ada pihak ketiga yaitu syaitan yang akan menemanimu ketika sahabat berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahrom. Bila pun ada teman cewek yang mau menemani, kurang kerjaan banget gitu loh ketemuan sama seseorang yang gak jelas identitas dirinya dan apa maunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bila langkah sahabat sudah cerdas begini, tak akan ada celah bagi orang-orang tak bertanggung-jawab untuk mencelakai sahabat. Intinya, luruskan niat sejak awal ketika kamu ber-Facebook ria. Kemudian, tulisan status di Facebook ataupun artikel dan foto-foto yang kamu taruh di situs ini, jadikan sebagai sarana untuk mendakwahkan kebenaran dan keindahan Islam. Tidak perlu menulis status atau memajang foto yang akan membuat fitnah dan olok-olok pihak lain. Perbuatan seberat debu pun ada pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Allah terus menyaksikan semua gerak-gerikmu kok meskipun kamu ngumpet Facebook-an di dalam almari, misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Jadi, ber-Facebook-lah dengan cerdas yah. Ini semua juga demi kebaikan sahabat sendiri kok agar tak menjadi korban akibat perkembangan teknologi. So, selamat ber-Facebook untuk menyebarkan dakwah Islam ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-1775942753325942503?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/1775942753325942503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/02/pergaulan-yang-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/1775942753325942503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/1775942753325942503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/02/pergaulan-yang-islami.html' title='Pergaulan yang Islami'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-1975961369171101396</id><published>2010-02-16T06:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:11:26.465-08:00</updated><title type='text'>Mendidik Anak dengan Cinta</title><content type='html'>Written by : Rismayadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ada ada anak yang sangat akrab dengan gurunya dan ada pula anak yang hanya berdiam diri tanpa mau berinteraksi dengan gurunya, ada pula anak yang tampak selalu dicekam ketakutan ketika berjumpa dengan gurunya.  Perbedaan perilaku anak yang demikian perlu di siasati seorang guru. Apa yang menjadi anak selalu tampak murung, kurang bergairah dalam bergaul aplagi berinteraksi dengan gurunya. Hal ini lah yang menjadi penghambat trasfer ilmu dari guru terhadap muridnya. Anak akan sulit untuk dapat mengeluarkan pendapat masukan dan pertanyaan kepada gurunya, interaksi belajarpun tidak akan mencapai hasil yang diharapkan. Proses pembelajaran akan menjadi kaku karena hanya guru saja yang yang secara aktif menguasai proses pembelajaran. Ada beberapa faktor yang dapat menciptakan seorang menjadi pemurung, dan memiliki rasa percaya diri yang kurang di sekolah.&lt;br /&gt;1.  Faktor dari Keluarga&lt;br /&gt;Sebuah keluarga yang broken home biasanya akan menciptakan iklim hubungan interaksi orang tua dan anak yang kurang membahagiakan. Anak akan lebih sering menyaksikan pertengkaran orangtuanya dari pada senda gurau yang yang menggembirakan dari orang tuanya. Kebahagiaan anak akan sedikit tersita, anak pun akan lebih banyak merasa kekecewaan dari pada kebahagiaan. Kurangnya perhatian dari orang tua pun akan memnciptakan anak yang merasa kurang puas memiliki keluarga. Tidak ada kebanggan orang tua yang mampu diexpose si anak kepada temannya, padahal ia selalu mendengar berita gembira dari teman-temannya tentang orang tuanya. Anak selalu kecewa karena perlakuan orang tua yang tampak kurang kasih sayang terhadapnya. Pendidikan yang salah di keluarga pun akan menciptakan anak pemurung. Adalah hal yang wajar jika seorang anak dinilai bandel dan nakal oleh orangtua, karena memang sifat anak yang selalu ingin tahu dan ingin serba membuktikan akan suatu hal. Peran orang tua lah yang sangat menentukan prilaku anak selanjutnya. Orang tua hendaknya mampu mengarahkan dan memebina anak. Kadang orangtua merasa kewalahan dengan sikap anaknya, hal ini terjadi karena anak sulit sekali menuruti kata-kata orang tua yang selalu ingin memuruti setiap kata-katanya secara instant dan diktator, padahal yang dibutuhkan anak adalah ucapan yang penuh dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;2. Faktor dari Guru&lt;br /&gt;Kenapa anak bisa menyukai guru yang satu dan benci terhadap guru yang lainnya? Perlakuan seorang guru terhap anak didiknya memang berbeda-beda. Ada guru yang penyabar ada juga guru yang galak (versi anak didik). Anak didik biasanya tidak mau mendengar kata-kata yang keras apalagi yang kasar walaupun ia menuruti apa yang dikatakan oleh gurunya. Kadang seorang guru selau bersikap formil terhadap muridnya, padahal pendekatan guru kepada anak didiknya sangat diperlukan agar anak didik dapat dengan mudah berinteraksi dengan gurunya. Sedikit bercanda dan bercerita akan menambah keakraban guru dan anak didiknya. Guru hendaknya menunjukan kasih sayangnya terhadap anak didiknya tanpa pilih kasih seprti kepada anaknya sendiri. Anak didik ingin diakui, juga anak didik ingin dianggap oleh gurunya. Guru hendaknya menjadi figur yang membanggakan bagi anak didiknya.  Ungpan kasih sayang guru sangat berarti bagi anak didik, agar ia merasa disayangi dan diperhatika oleh gurunya.&lt;br /&gt;Seperti yang telah diuraikan diatas, sifat  anak berbeda. Ada yang mudah bergaul, ada yang sedang, dan ada pula yang sangat sulit bergaul  hendaknya guru mampu menyiasati hal tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-1975961369171101396?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/1975961369171101396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/02/mendidik-anak-dengan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/1975961369171101396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/1975961369171101396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/02/mendidik-anak-dengan-cinta.html' title='Mendidik Anak dengan Cinta'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6184522368255243507.post-3016430341945543909</id><published>2010-02-10T09:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T09:21:09.193-08:00</updated><title type='text'>hidup dan kehidupan...</title><content type='html'>apa sebenarnya hidup itu...&lt;br /&gt;hidup itu benar seperti panggung sandiwara yang penuh dengan trik dan intrik manusia... Padahal hidup itu hanya sementara... kenapa kita mesti menyakiti sesama... menagapa kita mesti mengakali sesama manusia. kita tiada sadar ketika melakukannya akan ada hari pembalasan yang sungguh sangat menyakitkan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6184522368255243507-3016430341945543909?l=rismayadiyadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/feeds/3016430341945543909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/02/hidup-dan-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/3016430341945543909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6184522368255243507/posts/default/3016430341945543909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rismayadiyadi.blogspot.com/2010/02/hidup-dan-kehidupan.html' title='hidup dan kehidupan...'/><author><name>rismayadi poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04519884985941180393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vUU2rL9jl10/S5U8nRCL49I/AAAAAAAAABI/OnJGR-IUvAo/S220/054.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
